KENDAL, Lingkarjateng.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 tahun 2026 di Desa Gedong, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal menyasar kegiatan padat karya yang melibatkan masyarakat.
Kegiatan padat karya dimulai pada Minggu, 15 Februari 2026 dengan membersihkan saluran irigasi. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq yang didampingi Kepala Dispermasdes Yanuar Fatoni, Danramil Patean Kapten Inf Muslim, Perwakilan Disperinaker dan Kepala Desa Gedong.
Kepala Dispermasdes Kendal, Yanuar Fatoni, mengatakan sasaran padat karya kali ini adalah pembersihan saluran irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
“Tujuan dari padat karya ini adalah untuk meningkatkan prasarana infrastruktur terutama pertanian. Yang kedua adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat yang kurang mampu,” terangYanuar, Selasa, 17 Februari 2026.
Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI dan pemerintah desa yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan padat karya dalam rangkaian TMMD Raguler ke-127 tahun 2026.
“Padat karya yang diprakarsai oleh Disperinaker ini targetnya adalah peningkatan ekonomi bagi para pekerja. Terutama pekerja rentan disaat ekonomi yang tidak menentu saat ini, sehingga mereka bisa terbantu,” kata Mahfud.
Mahfud mengapresiasi adanya program padat karya dengan melibatkan warga lokal untuk meningkatkan infrastruktur pertanian, sekaligus menyediakan lapangan kerja sementara bagi warga kurang mampu di Desa Gedong.
“Pelaksanaan TMMD di Desa Gedong ini sangat luar biasa. Satu bulan rangkaian TMMD sudah dibuka oleh Bupati Kendal menjadi kebanggaan terutama bagi warga Patean. Selain kegiatan fisik infrastruktur tapi juga ada kegiatan-kegiatan non infrastruktur yang manfaatnya sangat luar biasa juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di pedesaan,” ungkapnya.
Sementara, Kades Gedong Suwarno menerangkan bahwa kegiatan padat karya dilaksanakan di dusun-dusun di Desa Gedong yang memiliki saluran irigasi. Selain untuk meningkatkan pendapatan warga yang terlibat, kegiatan padat karya pembersihan saluran irigasi ini sebagai salah satu upaya mendukung program katahanan pangan.
“Kita fokuskan di saluran irigasi untuk kebutuhan sawah yang ada di desa. Pelaksanaannya di mulai hari Minggu kemarin sampai 13 hari kedepan. Untuk pesertanya sejumlah 50 orang dan skala prioritas bagi keluarga yang kurang mampu,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa





























