PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, memaparkan langkah lengkap penanganan banjir di Kecamatan Tirto yang melanda Desa Karangjompo, Tegaldowo, dan Mulyorejo sejak 17 Januari 2026.
Sumar dalam audiensi di Kantor Kecamatan Tirto pada Senin, 9 Februari 2026 menyampaikan langkah penanganan banjir oleh pemerintah meliputi normalisasi tanggul Sungai Sengkarang, penambahan rumah pompa, hingga pengawalan anggaran penanganan banjir. Audiensi digelar sebagai bentuk desakan warga agar penanganan banjir dilakukan secara serius dan terkoordinasi.
Dalam pertemuan tersebut, Sumar menegaskan normalisasi tanggul Sungai Sengkarang menjadi langkah awal yang harus segera dilakukan karena kondisi tanggul sudah tidak layak.
“Yang pertama, normalisasi tanggul. Tadi sudah disepakati. Kenapa normalisasi tanggul? Karena tanggul ini sudah tidak normal. Entah itu disengaja atau tidak disengaja, tanggul itu rusak, maka dampaknya seperti sekarang,” ujarnya.
Banjir Pekalongan Tak Kunjung Surut, Ratusan Warga Desak Penanganan Serius
DPRD bersama tim eksekutif akan menemui BBWS Pemali Juana dan PUPR Provinsi Jawa Tengah pada 17–19 Februari 2026 untuk menyampaikan aspirasi warga terdampak banjir
“Maka tanggal 17, 18, dan 19 Februari nanti, ini kita akan bersama-sama dengan tim eksekutif menghadap pihak BBWS Pemali Juana dan PUPR Provinsi Jawa Tengah untuk menyampaikan aspirasi ini semua,” katanya.
Sumar juga menyoroti maraknya bangunan liar di sepanjang tanggul Sungai Sengkarang yang dinilai memperparah banjir dan harus ditertibkan.
“Kondisi tanggul Sungai Sengkarang ini mayoritas sudah didominasi oleh bangunan liar. Kita lihat banyak di situ, ada toko, jemuran, kandang ayam. Ini harus dihentikan,” ujarnya.
Terkait anggaran, Sumar memastikan DPRD siap mengawal seluruh kebutuhan penanganan banjir secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah, termasuk proyek Bendung Gerak Bremi–Meduri yang tahun ini mendapat alokasi Rp37 miliar dari pemerintah pusat dan masih dalam proses lelang.
“Tahun ini, penyelesaian Bendung Gerak Bremi–Meduri mendapatkan atensi dari pemerintah pusat melalui BBWS Pemali Juana, itu sudah dianggarkan tahun ini dan masih dalam proses lelang, nilainya sebesar 37 miliar rupiah,” katanya.
3 Pekan Banjir di Pekalongan, Atlet Dayung Turut Jadi Relawan Sekaligus Latihan
Selain itu, pemerintah daerah kembali menganggarkan pembebasan lahan tanah musnah sekitar Rp1 miliar lebih untuk lahan seluas kurang lebih 3 hektare. serta penambahan rumah pompa di Pacar, Karangjompo, dan Mulyorejo.
“Penambahan rumah pompa itu meliputi Pompa Pacar, Pompa Karangjompo, dan Pompa Mulyorejo. Akan dianggarkan sesuai kemampuan keuangan daerah. Mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini,” ujarnya.
Sumar menegaskan DPRD siap mengawal pergeseran anggaran dan seluruh aspirasi warga terdampak banjir.
“Pergeseran anggaran akan segera kita kawal. DPRD tidak pernah menolak anggaran yang diusulkan. Berapa pun anggaran yang diusulkan oleh OPD, komitmen kami jelas. Karena kami juga merasakan hal yang sama. Saya juga kebanjiran. Kita ini satu nasib, satu perjuangan,” tegasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa































