Demak (lingkarjateng.id) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak terus mengoptimalkan dalam menjalankan program kemanusiaan. Tahun 2026, PMI Demak memiliki tiga agenda prioritas, yakni transformasi digital pelayanan, peningkatan kapasitas relawan, serta penguatan sinergi lintas sektor.
Hal itu terungkap dalam kegiatan Musyawarah Kerja (Musker) PMI Kabupaten Demak Tahun 2026, yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Demak, baru-baru ini.
Ketua PMI Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, mengatakan bahwa Musker PMI bukan sekadar agenda rutin tahunan, namun wujud komitmen organisasi dalam menjaga semangat dan nilai-nilai kemanusiaan agar terus menyala di Bumi Kota Wali.
“Tahun 2025 telah kita lalui dengan berbagai dinamika, mulai dari kesiapsiagaan bencana, pelayanan kesehatan, hingga pembinaan generasi muda melalui Palang Merah Remaja (PMR). Namun, tantangan di tahun 2026 tentu tidak semakin ringan,” kata Sugiharto.
Sugiharto menuturkan bahwa, perubahan iklim yang semakin tidak menentu serta pesatnya perkembangan teknologi menuntut PMI untuk bergerak lebih cepat dan responsif.
“Khususnya dalam penanganan kedaruratan, pendataan dan distribusi bantuan yang akurat, serta kemandirian dalam penggalangan dana kemanusiaan melalui Bulan Dana PMI,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Sekda Demak ini.
Melalui Musker tersebut, diharapkan dapat mematangkan perencanaan dan kinerja ke depan dengan menitikberatkan pada transformasi digital pelayanan, peningkatan kapasitas relawan sebagai ujung tombak organisasi, serta penguatan sinergi lintas sektor.
“Kemanusiaan tidak mengenal batas, dan pengabdian tidak mengenal lelah,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan bahwa PMI memiliki peran strategis dalam bidang kesehatan, kebencanaan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Hal itu, sejalan dengan visi Demak Semakin Bermartabat, Maju, dan Sejahtera, PMI Demak diharapkan terus berinovasi, meningkatkan kapasitas relawan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor,” kata Eisti’anah.
Dia menekankan pentingnya menjaga ketersediaan darah yang aman, cukup, dan berkualitas, serta memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat rentan, wilayah terpencil, dan daerah rawan bencana.
Mengingat Kabupaten Demak memiliki potensi bencana seperti banjir, rob, dan bencana hidrometeorologi lainnya, PMI diharapkan terus memperkuat sistem peringatan dini, kesiapan logistik kebencanaan, serta koordinasi lintas sektor.
“Pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan, pendataan relawan, manajemen logistik, hingga edukasi kemanusiaan harus terus ditingkatkan agar pelayanan PMI semakin efektif, efisien, dan responsif,” tandasnya. ***
Jurnalis : M Burhan
Editor : Fian































