PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Pekalongan memastikan ketersediaan gas LPG dan bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang bulan suci Ramadhan.
Kepastian tersebut disampaikan Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Pekalongan, Retno, saat diwawancarai pada Jumat, 6 Februari 2026.
Retno menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemantauan langsung dengan metode sampling di sejumlah SPBU serta pangkalan LPG di wilayah Kabupaten Pekalongan. Hasilnya, baik stok LPG maupun BBM masih berada dalam kondisi aman dan belum menunjukkan adanya peningkatan permintaan.
“Kami kemarin melakukan sampling di beberapa SPBU dan pangkalan LPG. Dari hasil konfirmasi, kondisinya aman dan tercukupi, karena belum ada kenaikan kebutuhan, baik BBM maupun LPG, masih normal seperti hari biasa,” ujar Retno.
Untuk LPG, Kabupaten Pekalongan pada tahun 2026 mendapatkan kuota sebesar 33.370 metrik ton untuk kebutuhan satu tahun. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata konsumsi sekitar 927 ribu hingga 1 juta tabung LPG per bulan. Hingga saat ini, permintaan LPG masih terpantau stabil dan belum mengalami penambahan.
Meski demikian, Pemkab Pekalongan telah menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan kebutuhan saat Ramadhan atau ketika terdapat hari libur yang berpotensi menghambat distribusi.
“Apabila nanti mulai Ramadhan ada peningkatan permintaan atau saat hari libur tidak ada pengiriman, kami biasanya mengajukan fakultatif untuk penambahan kuota LPG agar kebutuhan masyarakat tetap tercukupi dan tidak terjadi kelangkaan,” jelasnya.
Sementara itu, terkait BBM, Retno menyampaikan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan belum menerima Surat Keputusan (SK) resmi mengenai kuota BBM tahun 2026. Meski demikian, usulan kuota telah disampaikan dan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan stok BBM masih mencukupi.
“Untuk BBM, SK kuotanya memang belum turun. Namun berdasarkan sampling kemarin, stok BBM masih mencukupi dan pengiriman dari Pertamina berjalan sesuai dengan alokasi masing-masing setiap bulan,” katanya.
Retno juga menjelaskan mengenai pembagian kuota BBM di Kabupaten Pekalongan, termasuk untuk SPBU yang berada di jalur tol. Salah satunya adalah SPBU di rest area Karangdadap yang masuk dalam kuota Kabupaten Pekalongan. Menjelang hari-hari besar seperti Natal dan Lebaran, mobilitas di jalan tol meningkat sehingga suplai BBM ke SPBU rest area tersebut juga ditambah.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa penambahan kuota di SPBU rest area tidak akan mengurangi jatah BBM di SPBU yang berada di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Menutup keterangannya, Retno mengimbau masyarakat agar tidak khawatir dan tidak melakukan penimbunan LPG maupun BBM. Ia juga mengingatkan bahwa LPG 3 kilogram merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
“Stok LPG dan BBM aman. Kami terus melakukan pemantauan. Untuk LPG 3 kilogram, itu diperuntukkan bagi warga yang kurang mampu, sehingga bagi masyarakat yang mampu diharapkan tidak menggunakannya,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar S
































