BLORA, Lingkarjateng.id – Kerusakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Plosorejo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, akan mendapatkan kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam program revitalisasi sekolah tahun 2026.
Hal itu diungkapkan oleh Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Mariman Darto, saat mengunjungi Kabupaten Blora, Jumat, 30 Januari 2026.
“Plosorejo sudah masuk dalam usulan, dan kemarin kami sudah dapat informasi dari pihak direktorat akan masuk prioritas,” ungkapnya.
Ia mengatakan, kerusakan SDN 1 Plosorejo masuk dalam kategori kerusakan berat dan termasuk kategori bencana sehingga segera memerlukan perbaikan.
“Insyaallah, kami akan mendahulukan dalam keadaan rusak berat. Itu kategori rusak berat, karena tidak dapat digunakan lagi, dan itu harus segera di revitalisasi,” katanya.
Sebelumnya, puluhan siswa SDN 1 Plosorejo, Kecamatan Kunduran terpaksa mengungsi dan menjalani kegiatan belajar mengajar di Balai Desa setempat lantaran atap ruang kelas ambrol, dan 3 ruang kelas tidak dapat ditempati kegiatan belajar mengajar.
“Kondisinya sudah mulai runtuh sejak 2024 dan sekarang makin parah. Penyebab utamanya karena serangan rayap pada kayu penyangga atap serta mutu bangunan yang kurang baik,” ujar Kepala SDN 1 Plosorejo, Sugito, Senin, 19 Januari 2026.
Sugito menjelaskan bahwa gedung sekolah tersebut terakhir kali direhabilitasi pada 2016. Sejak tahun 2024, pihak sekolah telah tiga kali mengajukan permohonan perbaikan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut atau realisasi pembangunan.
Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Nuril Huda membenarkan bahwa SDN 1 Plosorejo belum masuk dalam daftar pembangunan tahun 2026, dikarenakan keterbatasan anggaran.
“Anggaran DAU tahun ini sudah diplot semua dan slot revitalisasi sudah penuh. Apalagi sekarang semua sistem digital, jadi tidak ada slot kosong,” jelas Nuril.
Menurut Nuril, SDN 1 Plosorejo tercatat terakhir kali menerima bantuan melalui DAK pada tahun 2019 atau 2020. Pihaknya baru akan mengupayakan alokasi anggaran pada periode APBD Perubahan mendatang.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar S
































