PATI, Lingkarjateng.id – Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyoroti persoalan sampah dan eceng gondok yang menumpuk hingga menghambat aliran sungai. Ia menekankan agar persoalan ini segera ditangani agar tidak memperparah banjir saat curah hujan tinggi.
Hal itu ia sampaikan saat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Jakenan dan Kecamatan Juwana, Rabu 28 Januari 2026. Penyaluran bantuan dilakukan di Balai Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan; Kantor Kecamatan Juwana bersama PT Pertamina; serta Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana.
Terkait penanganan bencana secara terpadu, Chandra menjelaskan bahwa Pemkab Pati telah mengumpulkan camat dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait percepatan pengadaan dan distribusi logistik di tingkat kecamatan dan desa.
“Sekarang logistik bisa langsung ditransfer ke kecamatan. Kecamatan belajar mengelola dan mempertanggungjawabkan lewat nota-nota yang real dari lapangan, sehingga pelayanan dapur umum bisa tepat waktu,” jelasnya.
Untuk jangka panjang, Chandra menyampaikan rencana pembangunan sodetan Sungai Silugonggo dengan panjang sekitar 11 kilometer dan lebar 9–10 meter.
Rencana tersebut telah dipresentasikan kepada BBWS dan Kementerian PUPR. Selain itu, normalisasi sungai juga mulai dilakukan tahun ini dengan menyiapkan alat-alat berat yang dibutuhkan.
Tidak hanya itu, ia juga menyinggung upaya penghijauan di kawasan Pegunungan Kendeng yang telah dikoordinasikan dengan para kepala desa.
Pemkab Pati, imbuhnya, juga telah menyalurkan berbagai bibit tanaman, seperti kopi dan alpukat, sesuai kebutuhan desa, untuk mendukung pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.
Pada kesempatan tersebut, Chandra mengungkapkan bahwa Kabupaten Pati mendapat bantuan beras sebanyak 308 ton dari Badan Pangan Nasional (BPN) untuk sekitar 60.000 jiwa. Data penerima akan disusun berbasis NIK dan KK agar bantuan tepat sasaran.
Ia juga membuka ruang bagi masyarakat dan media untuk melaporkan jika ada warga terdampak yang belum menerima bantuan agar segera ditindaklanjuti melalui BPBD atau Dinas Sosial.
Sementara itu, Vice President CSR dan SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto, menyatakan bahwa Pertamina menyalurkan bantuan logistik, BBM, LPG, dan Bright Gas untuk mendukung dapur umum serta operasional alat berat dalam normalisasi sungai di Juwana.
“Ini bagian dari komitmen Pertamina untuk selalu hadir dalam setiap kebencanaan dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah hingga masa pemulihan,” ujarnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Sekar S
































