REMBANG, Lingkarjateng.id – Tidak beroperasinya angkutan desa di wilayah selatan Kabupaten Rembang, khususnya wilayah Sulang dan Gunem, membuat banyak pelajar SMP terpaksa menggunakan sepeda motor untuk berangkat ke sekolah. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan siswa.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) mulai menyiapkan layanan bus sekolah sebagai solusi awal transportasi aman bagi pelajar.
Kepala Dindikpora Rembang, Achmad Sholchan, mengatakan wilayah selatan menjadi prioritas karena minimnya angkutan umum yang masih beroperasi.
Menurutnya, meski angkutan desa secara fisik masih ada, sebagian besar sudah tidak lagi melayani masyarakat.
“Di jalur Sulang sampai Gunem itu tidak ada angkutan desa yang beroperasi. Secara fisik ada, tapi sudah tidak aktif,” ujarnya Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menambahkan, Jalur Gunem–Sulang hingga SMPN 2 Gunem menjadi perhatian serius karena banyak pelajar yang mengendarai sepeda motor sendiri ke sekolah. Situasi tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan dari sisi keselamatan.
“Banyak anak-anak yang naik sepeda motor. Bahkan masih ada angkutan yang mengangkut penumpang dengan kondisi bergelantungan, ini tentu meresahkan,” katanya.
Sebagai tahap awal, pihaknya berencana mengoperasikan satu unit bus sekolah terlebih dahulu. Saat ini, pihaknya masih melakukan pemetaan terkait hari operasional serta frekuensi penjemputan siswa.
“Ini masih tahap awal. Tahun ini baru satu unit yang akan kami coba operasikan,” katanya.
Namun demikian, bus sekolah tersebut belum dapat dioperasikan dalam waktu dekat karena masih berstatus off the road dan belum dilengkapi dokumen administrasi serta anggaran operasional.
“Sejak awal kami sampaikan bahwa bus sekolah itu off the road. Belum ada dana operasional, STNK, maupun izin kendaraan,” tegas Sholchan.
Selain itu, kesiapan sumber daya manusia, khususnya pengemudi yang harus memiliki kualifikasi dan perizinan sesuai standar keselamatan, juga menjadi perhatian.
“Sebelum semua surat dan pendukung lainnya lengkap, kami belum berani mengoperasikan bus sekolah,” tambahnya.
Ia mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu kelengkapan dokumen kendaraan dari pihak terkait, termasuk faktur dan BPKB.
Ia berharap ke depan layanan bus sekolah dapat segera terealisasi dan menjadi solusi bagi keselamatan pelajar di wilayah yang minim akses transportasi umum.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid
































