PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Sedikitnya 10 desa dan kelurahan yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Pekalongan terendam banjir, Jumat malam, 23 Januari 2026. Banjir terjadi setelah hujan lebat berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hingga malam hari, memperparah genangan yang sebelumnya belum sepenuhnya surut.
Luapan Sungai Sengkarang menjadi pemicu utama banjir yang merendam permukiman warga. Di sejumlah titik, ketinggian air dilaporkan mencapai di atas pinggang orang dewasa. Akibat kondisi tersebut, ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, menyebutkan bahwa situasi sempat memburuk pada Jumat malam.
“Tadi malam cukup tinggi, di atas pinggang,” ujarnya pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Berdasarkan data sementara BPBD per 23 Januari 2026, banjir berdampak pada 6.421 kepala keluarga atau sekitar 20.103 jiwa. Sebanyak 3.919 rumah warga serta 50 fasilitas umum dilaporkan terdampak. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa.
Agus menjelaskan, jumlah pengungsi masih bersifat fluktuatif karena pendataan belum sepenuhnya rampung.
“Data pengungsi masih fluktuatif. Pengungsi di Gedung Serbaguna Mayangan dan Masjid Al Bayan belum kami rekap,” katanya.
Untuk sementara, tercatat 770 jiwa mengungsi di sembilan titik, di antaranya Masjid Al Huda PT Dupantex sebanyak 222 orang, Masjid Nurul Hasan 200 orang, dan Gedung Kopindo 108 orang.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, BPBD telah mendirikan tiga dapur umum di Gudang Sukun, Desa Karangjompo, dan Desa Tegaldowo. Wilayah terdampak meliputi Desa Galangpengampon (Wonopringgo); Kelurahan Kedungwuni Timur (Kedungwuni); Desa Pacar, Samborejo, Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo (Tirto); Kelurahan Bener (Wiradesa); serta Desa Pesanggrahan (Wonokerto).
BPBD bersama lintas instansi dan relawan terus melakukan evakuasi, distribusi logistik, serta koordinasi penanganan darurat. Namun, hujan yang masih turun dan akses jalan yang terendam menjadi kendala utama.
“Saat ini, kebutuhan mendesak antara lain karung, tanah urug, dan bantuan logistik lanjutan untuk pengungsi,” pungkas Agus.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar S




























