Pekerja medis dikenal memiliki jam kerja yang tidak menentu, tanggung jawab tinggi, serta tekanan pekerjaan yang besar. Namun di balik kesibukan tersebut, banyak tenaga kesehatan yang mulai mencari usaha sampingan sebagai sumber penghasilan tambahan sekaligus sarana aktualisasi diri.
Menariknya, latar belakang medis justru menjadi modal kuat untuk membangun usaha yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi.
Salah satu usaha sampingan yang cukup potensial adalah membuka layanan konsultasi kesehatan non-diagnostik secara online. Dengan memanfaatkan media sosial atau platform pesan instan, tenaga medis dapat memberikan edukasi kesehatan, konsultasi gaya hidup sehat, manajemen penyakit kronis, hingga pendampingan pasca rawat inap. Layanan ini fleksibel, bisa dilakukan di luar jam kerja, dan sangat dibutuhkan masyarakat yang ingin memperoleh informasi kesehatan terpercaya.
Dikutip dari pormikisurakarta.org, Usaha lain yang banyak diminati adalah bisnis produk kesehatan dan kebugaran. Pekerja medis memiliki keunggulan dalam memahami manfaat, dosis, serta keamanan produk seperti vitamin, suplemen, alat kesehatan ringan, hingga produk herbal.
Dengan membangun personal branding sebagai tenaga medis, kepercayaan konsumen cenderung lebih tinggi, terutama jika disertai edukasi yang jujur dan berbasis ilmu.
Di era digital, membuat konten edukasi kesehatan juga menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Tenaga medis dapat membagikan informasi seputar pencegahan penyakit, pola hidup sehat, hingga mitos dan fakta kesehatan melalui blog, YouTube, atau media sosial.
Jika dikelola secara konsisten, konten ini bisa dimonetisasi melalui iklan, kerja sama brand, atau kelas online berbayar tanpa harus meninggalkan profesi utama.
Bagi pekerja medis yang memiliki jiwa wirausaha, membuka layanan pelatihan atau kursus singkat juga patut dipertimbangkan. Pelatihan pertolongan pertama, perawatan luka dasar, edukasi kesehatan ibu dan anak, hingga pelatihan caregiver sangat dibutuhkan di masyarakat. Kegiatan ini bisa dilakukan secara offline maupun online, menyesuaikan waktu luang dan segmentasi peserta.
Usaha di bidang kuliner sehat juga menjadi pilihan menarik. Dengan pemahaman tentang gizi dan kesehatan, tenaga medis dapat mengembangkan produk makanan sehat seperti katering diet, camilan rendah gula, atau menu khusus pasien dengan kondisi tertentu. Tren gaya hidup sehat yang terus meningkat membuat pasar usaha ini semakin luas.
Selain menambah penghasilan, usaha sampingan juga dapat menjadi sarana menjaga keseimbangan mental dan finansial bagi pekerja medis.
Kunci utamanya adalah memilih usaha yang fleksibel, tidak melanggar etika profesi, serta tetap mengutamakan kualitas pelayanan kesehatan. Dengan perencanaan matang dan manajemen waktu yang baik, usaha sampingan justru dapat menjadi penopang masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan. (red)
































