Semarang (lingkarjateng.id) – Bencana banjir yang melanda wilayah Pantura Timur Jawa Tengah menyebabkan kerugian ekonomi bagi masyarakat terdampak. Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah belum dapat merinci secara pasti total kerugian akibat bencana tersebut.
Kepala BPBD Jawa Tengah, Catur Bergas Penanggungan, menyampaikan bahwa penghitungan kerugian masih terus dilakukan karena cakupan dampak banjir cukup luas dan melibatkan berbagai sektor.
Menurutnya, kerugian tidak hanya dialami oleh masyarakat secara perorangan, tetapi juga mencakup sektor pertanian, infrastruktur, serta fasilitas sosial dan fasilitas umum.
“Minimal satu rumah kerugiannya bisa mencapai dua juta rupiah. Kalau di satu wilayah ada seribu rumah terdampak, ya tinggal dikalikan saja dari data yang ada,” ujar Catur saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (22/1).
“Itu baru aset masyarakat, belum kita bicara soal sawah, infrastruktur, serta kerusakan fasilitas sosial dan fasilitas umum,” sambungnya.
Catur menjelaskan, proses pendataan masih terus berjalan dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota terdampak, guna memperoleh gambaran utuh mengenai dampak ekonomi yang ditimbulkan.
BPBD Jateng juga berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar penanganan pascabencana dapat dilakukan secara terintegrasi. Di tengah proses, BPBD menegaskan bahwa fokus utama penanganan bencana saat ini adalah keselamatan masyarakat.
Evakuasi warga terdampak banjir terus dilakukan, terutama di wilayah yang masih tergenang air banjir susulan. “Keselamatan nomor satu, evakuasi warga terus dilakukan. Yang kedua adalah mencukupi kebutuhan dasar, mulai dari makan, minum, sandang, dan papan,” jelasnya.
Seluruh warga yang dievakuasi ke lokasi pengungsian memanfaatkan bangunan fasilitas sosial dan fasilitas umum, bukan tenda darurat. Langkah ini untuk memastikan pengungsi mendapat tempat aman dan layak, khususnya seperti lansia, anak-anak, dan perempuan.
Selain penanganan darurat, BPBD Jateng juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat intensitas hujan tinggi dan debit air mulai meningkat. Masyarakat diminta mengamankan barang-barang berharga serta melakukan persiapan evakuasi sejak dini.
“Mulai lakukan persiapan evakuasi, baik ke rumah saudara maupun ke tempat-tempat yang sudah disediakan pemerintah. Kami juga berharap teman-teman relawan tetap menjaga solidaritas dan terus membantu masyarakat yang terdampak,” imbuhnya.
BPBD Jawa Tengah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus meminimalkan risiko dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Fian






























