Pekalongan (lingkarjateng.id) – Genangan banjir di sejumlah wilayah di Kota Pekalongan hingga hari ini mulai berangsur surut. Seperti diketahui sebelumnya, dari ketinggian air mencapai 150 sentimeter dan kini mengalami penurunan 50 an sentimeter.
Selasa (20/1/2026) hari ini, ketinggian air mulai mengalami penurunan signifikan dan jumlah pengungsi pun berkurang.
Kepala pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Budi Suheryanto mengatakan jika kondisi banjir yang sempat merendam sejumlah kawasan tersebut kini mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Ketinggian air dilaporkan turun drastis hingga sekitar lima puluh sentimeter dibandingkan hari sebelumnya,” kata Budi saat ditemui wartawan dilokasi dekat pompa air Sungai Bremi pada, Selasa (20/1/2026).
Budi menyebut bahwa penurunan ini juga berdampak pada jumlah warga terdampak. “Data terbaru tercatat, jumlah pengungsi saat ini tersisa 2.268 (dua ribu dua ratus enam puluh delapan) orang,” ungkapnya.
Pompa Air Kembali Diaktifkan
Seiring dengan mulai turunnya permukaan air sungai, lanjut Budi, sejumlah pompa air kini kembali dioperasikan. Sebelumnya, pompa sempat tidak digunakan secara maksimal karena tingginya debit air sungai.

“Sedikitnya terdapat tiga belas pompa air yang disiagakan, khususnya di wilayah Tirto dan Bremi Meduri, untuk mempercepat surutnya genangan,” jelas Budi.
Meski demikian, genangan masih terpantau cukup tinggi di beberapa kawasan permukiman yang berada dekat bantaran sungai.
“Namun secara umum, kondisi banjir di wilayah terdampak terus mengalami penurunan,” imbuhnya.
Pihaknya hingga kini masih terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau warga tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir. Pemerintah juga memastikan upaya penanganan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar aman. ***
































