DEMAK, Lingkarjateng.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan tiga unit pesawat untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng).
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan tingginya curah hujan yang terjadi dalam dua pekan terakhir pada Januari 2026 telah memicu berbagai bencana hidrometeorologi di Jawa Tengah. Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan pengendalian cuaca.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah dan mengerahkan tiga armada pesawat, dua dari BNPB dan satu dari pemerintah provinsi, untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca,” ujar Suharyanto saat kunjungan ke Demak, Sabtu, 17 Januari 2026.
Menurutnya, operasi modifikasi cuaca tidak ditujukan untuk menghentikan hujan sepenuhnya, melainkan menurunkan intensitas curah hujan agar tidak mencapai kategori lebat hingga ekstrem. Dengan begitu, hujan diharapkan berlangsung lebih singkat dan tidak memicu genangan luas.
“Hujannya memang masih terus turun, tapi tidak dengan waktu yang lama. Jadi udah di putus. Misalnya hujan satu jam terus berhenti, di sana lagi hujan satu jam terus berhenti. Karena memang OMC itu tidak bisa menghentikan hujan, hanya mengurangi debit curah hujan yang tadinya lebat sampai ekstrem. Harapannya menjadi sedang sampai lebat,” jelasnya.
Suharyanto menambahkan, sejumlah daerah seperti Pati, Jepara, Kudus, dan Demak mengalami hujan lebat yang mengakibatkan banjir di berbagai titik. Dampaknya, sejumlah infrastruktur vital terdampak, mulai dari jalan hingga jembatan yang terendam bahkan terputus.
“Rata-rata yang terdampak banyak infrastruktur, jalan, jembatan, karena banyak yang terendam air, korban jiwa juga ada. Yang menonjol di Pati dan Jepara, itu ada beberapa titik jembatan dan jalan yang putus, nah itu yang menjadi prioritas saat tahap tanggap darurat,” katanya.
BNPB berharap, melalui pelaksanaan OMC, kondisi cuaca ke depan dapat lebih terkendali sehingga proses penanganan darurat, khususnya pemulihan akses transportasi dan infrastruktur masyarakat, dapat dilakukan secara maksimal.
“Mudah-mudahan dengan curah hujan nanti ke depan lebih terkendali, kita akan melaksanakan tanggap darurat terkait dengan transportasi dan infrastruktur masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa membantu kepada masyarakat yang terdampak,” pungkasnya.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid






























