KAB.SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pelantikan Valeanto Soekendro sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang berlangsung mengejutkan. Pasalnya, pria yang akrab disapa Kendro itu mengaku tidak mengetahui akan dilantik sebagai Sekda definitif pada Jumat, 2 Januari 2026 oleh Bupati Semarang.
Kendro hadir bersama dua kandidat lainnya, yakni Tajudin Noor (Kepala Dispendukcapil Kabupaten Semarang) dan M. Muslih (Kepala Bapperida Kabupaten Semarang) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang. Ketiganya mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhirnya Valeanto Soekendro, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, diumumkan sebagai Sekda.
Adapun jabatan tersebut sebelumnya diisi Plt Sekda Rudibdo usai purna tugasnya Djarot Supriyoto.
Menanggapi hal itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Semarang, Wenny Maya Kartika, menjelaskan bahwa proses pengisian Sekda berlangsung panjang dan ketat serta sesuai ketentuan.
“Bahkan, untuk proses pengisian posisi Sekda Kabupaten Semarang ini juga sudah sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Seperti contoh, di mulai dari konsep rencana dari Bupati Semarang tentang pelaksanaan pengisian Sekda yaitu dengan mengajukan surat permohonan rekomendasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang dilakukan melalui sistem e-mutasi,” ungkap Wenny, Minggu, 4 Januari 2025.
Ia menyebutkan, surat permohonan tersebut memuat beberapa poin, termasuk rencana pelaksanaan dan susunan panitia seleksi (pansel).
“Lalu, juga ada point mengenai rencana susunan panitia seleksi (pansel)-nya, sehingga semuanya itu sudah ada konsepnya dulu kemudian dimintakan persetujuan kepada BKN melalui e-mutasi itu,” imbuhnya.
Setelah rekomendasi BKN terbit, pansel dibentuk dengan minimal lima orang, salah satunya dari unsur Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Ketua panselnya Bapak Sujarwanto Dwiatmoko, beliau adalah Asisten II Sekda Provinsi Jateng, dan kebetulan per 1 Januari 2026 beliau purna tugas, sehingga pas sekali waktunya ketika pansel selesai, beliau purna tugas,” terangnya.
Tiga anggota pansel berasal dari akademisi, yakni Rektor UKSW Salatiga, Rektor UNW Kabupaten Semarang, dan Wakil Rektor UIN Salatiga, ditambah satu pakar dari Yayasan Undaris Ungaran, Amir Mahmud.
“Dan di pansel itu, dibantu oleh para Sekretariat Pansel yang terdiri dari unsur BKPSDM, termasuk saya sebagai Sekretariat Pansel. Pansel ini bekerja dan rapat untuk membuat konsep atau draft acuan pelaksanaan mulai dari assesment untuk menguji kompetensi manajerial,” kata dia.
Assesment juga mencakup kompetensi sosiokultural dengan melibatkan Assessment Center Biro Binkar SDM Mabes Polri dan dilaksanakan di Polda Jateng.
“Bahkan pengujinya langsung dari Biro Binkar SDM Mabes Polri semuanya, itu selama dua hari. Dan setelahnya dilaksanakan tes gagasan tertulis berbasis teknologi informasi, sehingga mereka familiar dengan IT dengan begitu pelaksanaannya ada di laboratorium Diskominfo Kabupaten Semarang,” jelas Wenny.
Dalam tes gagasan tertulis, peserta menulis langsung di komputer selama 2,5 jam.
“Bahkan, peserta juga harus langsung menyusun paparan di Power Point, sehingga semuanya benar-benar mandiri dan juga harus familiar dengan IT tadi,” ujarnya.
Tahapan berikutnya adalah wawancara yang berfokus pada kompetensi teknis serta pendalaman gagasan tertulis.
“Sehingga pansel akan tahu, serta dapat melihat sejauh mana inovasi serta konsep dari masing-masing calon Sekda Kabupaten Semarang ini. Dengan demikian, harapannya Sekda yang terpilih ini tidak hanya menjalankan rutinitasnya saja, tapi juga punya inovasi serta konsep pembangunan khususnya di Kabupaten Semarang,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh tahapan kemudian dirangkum dalam rapat hasil akhir pansel.
“Untuk peraih nilai tertinggi dilaporkan ke Bupati Semarang. Lalu, Bupati Semarang melaporkan kembali hasil akhir itu ke BKN, kemudian munculah rekomendasi ada tiga peserta itu,” bebernya.
Selanjutnya, rekomendasi BKN diajukan ke Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
“Sehingga, hasil akhir ada di rekomendasi Bapak Bupati Semarang. Sehingga, munculah nama Bapak Valeanto Soekendro yang saat ini sudah dilantik sebagai Sekda Kabupaten Semarang, dan beliau juga angsung sudah bertugas,” tuturnya.
Meskipun demikian, Wenny mengakui pelantikan memang dirancang secara mendadak.
“Bahkan di undangan pun kami buat tidak seperti biasanya, jika biasanya kan undangan kita ada keterangannya untuk pejabat-pejabat yang dilantik, dan kali ini khusus pelantikan Sekda ini tidak ada keterangan pejabat yang dilantik. Sehingga, tiga-tiganya undangan menyaksikan pelantikan, bahkan ketiganya pun tidak ada yang bertanya ke saya,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini masih terdapat sejumlah jabatan OPD yang kosong, di antaranya Kepala DPU, Kepala Dishub, dan Kepala Disdikbudpora.
“Ada beberapa OPD itu kalau di isi bukan dari promosi, karena ada OPD-OPD tertentu yang sebaiknya diisi oleh pejabat senior dan bukan dari promosi,” pungkasnya.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Sekar S






























