KENDAL, Lingkarjateng.id – Kabupaten Kendal menjadi salahsatu penghasil bawang merah utama di Jawa Tengah. Bahkan diakui Kementerian Pertanian sebagai penyangga komoditas bawang merah kedua setelah Kabupaten Brebes.
Adapun sentra budi daya bawang merah tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kendal, di antaranya kecamatan Ringinarum, Ngampel, Pegandon, Weleri, dan Kecamatan Gemuh.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengungkapkan Kendal mencatat produksi bawang merah yang signifikan, bahkan mencapai ribuan ton per tahun.
“Bawang merah Kendal memiliki kualitas baik dan seringkali dijual dengan harga kompetitif di berbagai daerah,” ungkap Bupati Kendal setelah kegiatan panen raya bawang merah di Desa Krompakaan, Kecamatan Gemuh pada Rabu, 31 Desember 2025.
Bupati Tika menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kendal akan terus mendorong pengembangan produksi bawang merah, termasuk melalui pendekatan kelembagaan, teknis, dan dukungan infrastruktur, sambil terus beradaptasi dengan tantangan yang ada.
“Kami akan terus mendorong melalui dukungan struktural dan teknis dari pemerintah, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan petani dan stabilisasi pasokan nasional, meski tantangan modal dan biaya produksi tetap perlu diatasi secara berkelanjutan,” terangnya.
Berdasarkan data pertanaman bawang merah tahun 2024 Kabupaten Kendal memiliki luas tanam sekitar 2.761 hektar, luas panen 2.553 hektar, luas produksi : 25.166 ton dan produktivitas sekitar 9,86 per hektar.
“Mari kita bahu-membahu, bersinergi, dan bekerja sama untuk mewujudkan Kabupaten Kendal sebagai sentra ketahanan pangan yang unggul dan sejahtera,” tuturnya.
Direktur Jenderal Sayuran, Pangan, dan Obat Kementerian Pertanian RI, Muhammad Agung Sanusi, menyampaikan bahwa produksi bawang merah di Provinsi Jawa Tengah sepanjang 2024 mencapai 607.897 ton. Produksi tersebut berasal dari luas tanam sekitar 53.184 hektare dengan luas panen 52.241 hektare serta produktivitas rata-rata 11,64 ton per hektare.
“Ini capaian yang luar biasa. Jawa Tengah menjadi salah satu tulang punggung produksi bawang merah nasional,” terangnya.
Ia menyebut, Kabupaten Kendal menempati peringkat keempat sebagai sentra produksi bawang merah di Jawa Tengah, dengan kontribusi sebesar 4,641 persen atau sekitar 25.166 ton. Menurut Agung, setiap bulan terdapat sekitar 200 hektare lahan tanam di Kendal yang dijaga keberlanjutannya guna memastikan kesinambungan produksi.
“Kami melihat indeks kenaikan harga bawang merah di Kendal relatif stabil dan terkendali. Ini menjadi bentuk apresiasi Kementerian Pertanian karena Kendal mampu menjadi barometer dalam menjaga stabilitas produksi dan harga,” ungkapnya.
Ia berpesan agar Kabupaten Kendal terus menjaga stabilitas harga dengan menyeimbangkan pasokan antara daerah surplus dan daerah defisit. Dan Kabupaten Kendal dinilai sebagai daerah surplus bawang merah, sehingga didorong untuk memperkuat kerja sama antardaerah (KAD).
“Kami mendorong kerja sama antardaerah, termasuk dengan wilayah di luar Jawa seperti Sumatra, melalui skema business to business. Daerah surplus seperti Kendal dapat memasok kebutuhan daerah defisit agar pasokan dan harga tetap terjaga,” tambahnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa

































