SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) berhasil meraih tiga penghargaan bidang kesehatan pada 2025.
Pertama, penghargaan dari Menteri Kesehatan sebagai kabupaten/kota dengan skrining bayi baru lahir terbaik wilayah regional I.
Kemudian tanda penghargaan swasti saba padapa atas keberhasilan dalam menyelenggarakan kabupaten/kota sehat Tahun 2025. Penghargaan swasti saba padapa merupakan kategori penghargaan atas upaya menciptakan lingkungan bersih, aman, dan sehat. Dalam penghargaan ini terdapat tiga kategori yaitu wistara sebagai kategori tertinggi, wiwerda, dan padapa.
Selanjutnya, Salatiga menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri atas prestasi sebagai daerah berkinerja baik dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2024.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan sebagai instansi koordinator dalam penyelesaian berbagai permasalahan kesehatan khususnya penurunan angka stunting, skrining kesehatan, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat di masyarakat.
“Kota Salatiga juga mendapat penghargaan atas prestasi kerja baik dalam penurunan angka stunting. Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan dan unit-unit lain yang terkait untuk penurunan stunting, yang nanti kedepannya akan terintegrasi dalam pelayanan posyandu 6 SPM. Semoga stunting di Kota Salatiga lebih bisa ditekan lagi,” kata Robby dalam keterangan yang diterima pada Selasa, 16 Desember 2025.
Robby menyatakan pada tahun 2025, angka stunting di Salatiga menurun dari 16 persen menjadi 14 persen.
“Mudah-mudahan kita bisa mendekati zero stunting. Syukur Alhamdulillah bahwa Dinas Kesehatan dalam hal ini telah melakukan kinerja terbaik dalam screening penyakit-penyakit atau kelainan-kelainan yang didapat pada bayi baru lahir sehingga dapat melakukan intervensi sejak dini untuk kualitas bayi mencapai generasi emas di 2045,” ujarnya.
Robby menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh dengan mendorong inovasi pelayanan kesehatan yang mudah diakses, responsif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Berbagai capaian tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat program kesehatan yang berkelanjutan, khususnya dalam penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta deteksi dini penyakit,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa































