KABUPATEN SEMARANG, Lingkarjateng.id – Kabupaten Semarang berpotensi gempa dengan adanya sejumlah sesar, diantaranya Sesar Rawa Pening, Sesar Ungaran 2, dan Sesar Ungaran 2, serta adanya Sesar Merapi-Merbabu yang terbentang di wilayah Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga.
Untuk mitigasi gempa, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memasang seismograf, yaitu alat pendeteksi getaran baik gempa bumi hingga letusan gunung berapi.
Seismograf tersebut di pasang oleh BMKG di Desa Candirejo Kecamatan Tuntang tepatnya di belakang Museum Pandanaran.
Menurut Kepala Desa Candirejo, Tri Gunawan, mengatakan pemasangan seismograf di desanya itu karena lokasinya berdekatan dengan Sesar Rawa Pening.
“Karena dengan adanya seismograf di desa kami ini warga jadi senang dan cukup tenang karena alat tersebut bekerja untuk mendeteksi secara dini potensi terjadinya bencana gempa bumi yang bisa terjadi sewaktu-waktu di wilayah kami, dan sekitarnya,” ujarnya, Kamis, 4 Desember 2025.
Selain itu, Desa Candirejo juga termasuk dalam Desa Tanggap Bencana sehingga anggotanya kerap mengikuti pelatihan mitigasi kebencanaan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Wawan mengaku belum pernah ada peristiwa gempa bumi di wilayahnya, tetapi dengan keberadaan seismograf dinilai sangat membantu warga untuk bergerak lebih cepat dalam menghadapi portensi bencana.
“Adanya seismograf itu bisa memberikan aba-aba ke warga bahwa akan ada terjadi bencana gempa bumi di sekitar kami. Sehingga, proses evakuasi pun bisa lebih cepat dan dapat meminimalisir terjadinya korban, baik korban jiwa dan korban luka nantinya,” lanjutnya.
Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, menjelaskan potensi gempa di Kabupaten Semarang muncul usai ditemukannya Sesar Rawa Pening, bersamaan dengan adanya Sesar Ungaran 1 dan Sesar Ungaran 2 yang saling berkaitan. Kemungkinan gempa bumi cukup besar itu juga ditengarai adanya Sesar Merapi-Merbabu.
Sesar Ungaran 1 yang ada di sekitar Gunung Ungaran itu merupakan sesar aktif karena adanya pergerakan di dalamnya yang disebut dengan pergerakan vulkanik-tektonik yang dipengarui adanya aktivitas vulkanik di Gunung Ungaran.
Sedangkan Sesar Rawa Pening yang membentang sepanjang 18 kilometer dan Sesar Merapi-Merbabu adalah dua sesar aktif yang berada di Jawa Tengah. Keduanya menjadi sumber gempa tektonik di wilayah sekitar, seperti Kota Salatiga dan Kecamatan Ambarawa.
Sesar-sesar ini merupakan bagian dari sistem sesar yang lebih luas, yang juga melibatkan Gunung Ungaran dan Gunung Telomoyo, dan berada di satu jalur yang sama dan wilayah Ambarawa di ketahui menjadi titik temu dari tiga sesar aktif, yaitu Sesar Merapi-Merbabu, Sesar Ungaran 2, dan Sesar Rawa Pening.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Ulfa






























