DEMAK, Lingkarjateng.id – Sebanyak 66 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Demak telah resmi mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan mulai beroperasi mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebagai upaya percepatan penerbitan SLHS, Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) bersama Bapelkes Provinsi Jawa Tengah terus menggelar pelatihan penjamah makanan bagi para relawan SPPG.
“Langkah ini untuk memastikan makanan benar-benar aman, higienis, dan memenuhi standar kesehatan,” jelas Tenaga Sanitasi Lingkungan Dinkesda Demak, Ahmad Zaerozi, Jumat, 21 November 2025.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali materi lengkap mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, distribusi makanan, hingga pengelolaan risiko lingkungan yang berkaitan dengan keamanan pangan di SPPG.
Rozi menegaskan bahwa hingga kini, Kabupaten Demak berhasil mempertahankan status Zero Accident dalam pelaksanaan program nasional MBG.
“Dengan pemantauan dan pengawasan bersama Puskesmas, sampai saat ini Demak Zero Accident. Temuan kendala memang ada, tapi selalu dilakukan perbaikan. Kolaborasi semua pihak sangat penting agar program berjalan lancar, sehingga dapat memberikan menciptakan generasi emas yang berkualitas,” tegasnya.
Ia merinci sekitar 95 SPPG telah mengikuti pelatihan penjamah makanan, 66 SPPG telah mengantongi SLHS, dan sekitar 82 SPPG telah melalui uji laboratorium serta inspeksi kesehatan lingkungan (IKL).
Rozi menambahkan pendampingan dan pengawasan tetap dilakukan meski SPPG telah beroperasi.
“Temen-temen Puskesmas setiap bulan melakukan IKL. Nilai minimal untuk memenuhi syarat adalah 80 persen. Kami tidak ingin SPPG yang sudah berjalan kemudian abai dengan standar kesehatan,” tegasnya.
Sementara itu, Perwakilan Bapelkes Provinsi Jawa Tengah, Muh Jauhar Fu’adi, menekankan pentingnya pelatihan sebagai syarat utama penyelenggaraan program MBG di wilayah SPPG.
“Pelatihan ini sangat penting, karena menjadi salah satu syarat SPPG dapat melaksanakan program MBG. Ini juga sebagai langkah antisipasi terjadinya kasus keracunan,” ungkapnya.
Ia terus mendorong pemerintah daerah untuk semakin gencar memberikan sosialisasi terkait penjamah makanan kepada seluruh calon SPPG yang akan beroperasi, demi memastikan seluruh proses pengelolaan makanan berjalan sesuai standar kesehatan.
Jurnalis: Burhanuddin Aslam
Editor: Sekar S






























