DEMAK, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak menyoroti serius tingginya jumlah terduga Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah Kota Wali. Pasalnya, data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mencatat terdapat 9.389 anak yang masuk kategori terduga ATS di Kota Wali.
Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Demak, Dwi Isnaini Saparyati, menjelaskan bahwa angka tersebut masih dalam proses verifikasi karena membutuhkan validasi ulang hingga tingkat desa.
“Data yang ada saat ini masih berupa terduga ATS, sehingga perlu diverifikasi ulang di tingkat desa agar diperoleh data yang benar-benar valid,” jelas Dwi, Kamis, 20 November 2025.
Ia mengatakan Pemkab Demak telah membentuk tim pencegahan dan penanganan ATS serta menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD). Selain itu, sosialisasi mengenai laman ATS milik Kemdikbud terus dilakukan agar desa dapat memanfaatkan data nasional tersebut sebagai rujukan.
“Kami mendorong pihak desa untuk membuat akun pada laman ATS, sehingga desa dapat melakukan verval data dan pendampingan terhadap warga usia sekolah yang tidak sekolah, lalu memilah ATS berdasarkan penyebab mereka tidak sekolah,” ujarnya.
Upaya intervensi juga telah digulirkan melalui pemberian beasiswa Ayo Sekolah Kembali mulai jenjang PAUD hingga SMA sederajat untuk menarik anak-anak kembali ke bangku pendidikan.
Untuk mencegah munculnya kasus ATS baru, Pemkab Demak menyediakan beasiswa Bantuan Siswa Miskin Daerah (Basimda) khusus bagi masyarakat kurang mampu.
Menurut Dwi, faktor penyebab ATS sangat beragam dan tidak hanya dipicu oleh masalah ekonomi.
“Kami melibatkan OPD terkait untuk menangani ATS, karena penyebab ATS tidak semata-mata karena ekonomi. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu mengatasi permasalahan ATS di Demak,” ungkapnya.
Dindikbud Demak saat ini juga tengah mengembangkan sistem informasi ATS yang lebih detail dengan memanfaatkan data pada laman milik Kemdikbud. Tahun ini, Demak menjadi salah satu daerah yang mendapat pendampingan dari Pemprov Jawa Tengah dalam penanganan ATS.
Ada empat desa yang menjadi lokasi pendampingan, yakni Desa Bonangrejo (Bonang), Desa Sriwulan (Sayung), Desa Babat (Kebonagung), dan Desa Kalitengah (Mranggen). “Diharapkan dari 4 desa ke depan bisa berbagi praktik baik ke desa lain,” tutupnya.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid





























