DEMAK, Lingkarjateng.id – Genangan banjir yang sempat merendam Jalan Pantura Demak-Semarang, tepatnya di wilayah Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, mulai berangsur surut. Kondisi arus lalu lintas di kawasan tersebut kini terpantau lancar, meski beberapa titik masih tergenang air.
Salah satu pengguna jalan, Susmintarta, mengatakan bahwa genangan di jalur Semarang menuju Demak telah surut total. Sementara di arah sebaliknya, masih terdapat genangan di depan Polytron dengan ketinggian air sekitar 20-30 sentimeter.
“Siang tadi surut. Arah Semarang ke Demak kering total. Kalau dari Demak ke Semarang masih ada genangan di depan Polytron dengan ketinggian 20-30 senti (cm) sepanjang kurang lebih 500 meteran,” ujarnya, Rabu, 5 November 2025.
Ia menambahkan, arus kendaraan di jalur Pantura kini sudah bisa dilalui dengan lancar, baik oleh kendaraan roda empat maupun roda dua.
“Arus lalu lintas lancar, bisa dilalui. Kendaraan roda dua juga sudah banyak yang sudah melintas di jalan utama,” ungkapnya.
Menurut Susmintarta, penyurutan genangan terjadi berkat upaya pompanisasi di sejumlah titik dan berkurangnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.
Selain itu, pihak terkait juga melakukan pembersihan lumut di median jalan yang sempat tertutup air banjir.
Sementara itu, warga Sayung, Bagiyo, mengungkapkan bahwa banjir di wilayahnya kini semakin sering terjadi dan membutuhkan waktu lebih lama untuk surut.
Ia menilai kondisi tersebut berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ketika banjir biasanya hanya disebabkan oleh air rob.
“Dulu, banjir paling setinggi dengkul. Sekarang kok lama sekali surutnya. Katanya akan ada kolam tampungan, tapi malah banjirnya jadi lebih lama,” keluhnya.
Meski belum ada kajian ilmiah yang mengaitkan lamanya surut banjir dengan pembangunan Tol Semarang–Demak, warga berharap pemerintah dapat memperhatikan dampak lingkungan serta sosial yang dirasakan masyarakat sekitar.
“Pemerintah jangan hanya fokus pada proyek tol, tapi juga pikirkan nasib warga yang tinggal di sekitar sini,” katanya.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid





























