KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Harga telur ayam ras di Kabupaten Semarang mengalami kenaikan dua pekan ini sampai 0,56 persen atau mulai Rp 29-30 ribu per kilogram. Sedangkan harga biasanya kisaran Rp 25-26 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) melalui Kepala Bidang (Kabid) Pangan Dispertanikap Kabupaten Semarang, Lendi Ageng Kurnia menyebutkan bahwa kenaikan harga telur ayam salah satunya karena imbas dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berlangsung di wilayah tersebut.
“Demand-nya cukup besar pada telur ayam ras karena adanya program MBG yang sudah berlangsung ini,” ungkapnya, Selasa, 28 Oktober 2025.
Selain itu faktor kenaikan harga pakan ternak yang memicu harga telur ayam ras dipasaran menjadi naik.
“Hal lain yang menyebabkan harga telur ayam ras ini mengalami kenaikan karena harga jagung yang juga naik saat ini, sehingga ini berpengaruh pada produksi pakan ayam petelur di tingkat peternak,” imbuhnya.
Untuk menstabilkan harga telur, Dispertanikap Kabupaten Semarang menggencarkan Gerakan Pangan Murah di sejumlah wilayah.
“Ya salah satunya dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah yang belum lama ini kami gelar, karena di kegiatan itu telur ayam ras kami jual dibawah harga pasar, yaitu Rp 25 ribu untuk per kilogram,” tegas dia.
Di sisi lain berdasarkan laporan pergerakan harga harian bahan pokok dan bahan penting (bapokting) di Kabupaten Semarang per Senin, 27 Oktober 2025, sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan.
Kenaikan harga juga terjadi di beberapa jenis bapokmas yang lain. Contoh, beras medium dan beras premium cap C4 mengalami kenaikan hingga Rp 14 ribuan per kilogram atau mengalami kenaikan 0,12 sampai 0,34 persen.
Lalu, cabai merah besar dibanderol harga Rp 54 sampai dengan Rp 55 ribu, sedangkan untuk cabai rawit hijau saat ini di patok Rp 32 ribu sampai dengan Rp 33 ribuan.
Tidak hanya itu, minyak goreng curah mengalami kenaikan harga, yakni Rp 17 ribuan untuk per liter. Bawang putih honan dan bawang putih kating, yang mengalami kenaikan mulai dari Rp 31 ribu sampai dengan Rp 35 ribuan per kilogram.
Selain itu, beberapa jenis sayuran juga mengalami kenaikan. Tomat mengalami kenaikan harga di Rp 8 ribu per kilogramnya. Kangkung, juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp 4.750 per ikat.
“Untuk komoditas beras ini harganya sudah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), sementara untuk cabai merah besar, cabai rawit hijau, dan minya goreng curah ini memang mengalami kenaikan harga, khususnya di tingkat pedagang,” ungkap Petugas Kontributor Diskumperindag Kabupaten Semarang, Saleh.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Sekar S






























