KUDUS, Lingkarjateng.id – Pendekatan pembelajaran mendalam yang digagas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mulai dikenalkan ke sekolah-sekolah wilayah Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.
Pengenalan pembelajaran mendalam itu dibalut dalam program Berdikari (Bersama KKG Edukasi Inkuiri Kolaboratif Mandiri).
Kepala SD 3 Jepang yang juga penggagas dan inisiator Berdikari, Eko Mardiana, mengatakan pemahaman guru terkait pembelajaran mendalam, khususnya di wilayah Korwil Mejobo masih minim.
Kendala tersebut juga dipicu terbatasnya akses pelatihan resmi dari pemerintah, khususnya bagi sekolah dasar yang belum menerima dana BOS Kinerja (Boskin).
Eko menyebut, dari 46 SD di wilayah Mejobo, hanya 7 sekolah yang menjadi sasaran pelatihan pembelajaran mendalam, sementara 39 sekolah lainnya belum tersentuh program serupa.
“Guru membutuhkan ruang untuk memahami pendekatan ini secara komprehensif dan menerapkannya secara efektif di kelas. Karena itulah saya menawarkan konsep Berdikari kepada K3S Mejobo yang kemudian dilanjutkan ke Korwilcam,” kata Eko yang juga berstatus sebagai Narasumber ToT Pengajar Pembelajaran Mendalam bagi Guru SD di Jawa Tengah, Rabu, 15 Oktober 2025.
Eko menjelaskan program Berdikari hadir sebagai solusi inovatif dan mandiri yang mengoptimalkan peran Kelompok Kerja Guru (KKG) di tingkat kecamatan sebagai motor penggerak penguatan kompetensi guru secara berkelanjutan.
“Melalui pelatihan mandiri ini, guru-guru dari sekolah non-Boskin dibekali pemahaman mendalam terkait konsep, strategi, dan penerapan pembelajaran kontekstual berbasis inkuiri,” ungkapnya.
Kegiatan pelatihan dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif antaranggota KKG, didampingi mentor-mentor berpengalaman yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan serupa.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, mulai dari perbandingan skor pre-test dan post-test, produk RPP Pembelajaran Mendalam, hingga catatan reflektif yang mendokumentasikan proses perkembangan pemahaman guru.
“Refleksi menjadi kunci. Kami menelaah bersama: apa yang sudah berjalan baik, tantangan yang dihadapi, dan aspek yang perlu ditingkatkan. Dan saya menjadi mentor utama untuk Berdikari ini,” tambahnya.
Korwilcam Mejobo, Masrukhan, juga mendukung adanya program tersebut. Menurutnya, transformasi pendidikan tidak bisa hanya bersifat top-down, melainkan harus menempatkan guru sebagai aktor utama perubahan.
Pihaknya pun berkomitmen melanjutkan inisiatif Berdikari sebagai gerakan berkelanjutan. Ia menilai, program ini tidak hanya membekali guru dengan pengetahuan, tetapi juga membangun ekosistem kolaboratif yang mendukung praktik pembelajaran mendalam secara nyata di kelas.
“Harapan kami, kegiatan ini mampu mendongkrak kompetensi guru kami di wilayah Kecamatan Mejobo tentang pembelajaran mendalam. Dan semoga menjadi contoh praktik baik bagi wilayah lain dan terus berkembang sebagai ruang tumbuh bersama bagi para pendidik,” katanya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa































