PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Harun Abdul Khafizh, menegaskan pentingnya menggali sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor-sektor yang memberi manfaat sekaligus kesenangan bagi masyarakat.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kualitas Pengawasan Pelaksanaan Peraturan Daerah yang berlangsung di Kafe Alam Teduh, Kota Pekalongan, Sabtu, 11 Oktober 2025.
Harun menjelaskan bahwa daerah harus mampu berinovasi untuk menjaga keberlangsungan pembangunan di tengah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
“Salah satu tantangannya adalah dana transfer ke daerah yang sekarang dipotong cukup banyak oleh pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah perlu lebih kreatif dalam mencari sumber-sumber pendapatan asli daerah, supaya aktivitas pembangunan tetap bisa berjalan,” ujarnya.
Harun mengungkapkan, salah satu upaya konkret yang sedang dilakukan oleh Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah adalah pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Payung Penyelenggaraan Pariwisata.
Regulasi ini diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata sebagai sumber PAD yang sehat dan berkelanjutan.
“Isinya adalah bagaimana penyelenggaraan pariwisata di Jateng bisa semakin baik, semakin ‘nguwongke wisatawan’, sehingga ekosistem pariwisata di Jawa Tengah semakin meningkat,” jelas Harun.
Menurutnya, penggalian PAD seharusnya dilakukan dengan cara yang tidak membebani masyarakat.
Ia mencontohkan bahwa pajak kendaraan bermotor terasa berat, sementara retribusi wisata justru bisa memberikan pengalaman positif sekaligus kontribusi bagi daerah.
“Kalau kita ditarik pajak kendaraan bermotor, rasanya berat. Tapi kalau kita berkunjung ke tempat wisata, membayar retribusi, lalu itu menjadi bagian dari PAD dengan sistem bagi hasil bersama pengelola, itu terasa lebih ringan dan menyenangkan,” tuturnya.
Selain sektor pariwisata, Harun juga mendorong peningkatan investasi sebagai salah satu strategi memperkuat ekonomi daerah.
Ia optimistis, dengan komitmen kepala daerah yang kuat dan kebijakan pemerintah yang ramah investasi, daerah-daerah seperti Pekalongan, Batang, dan Pemalang mampu tumbuh lebih cepat.
“Kami melihat kepala-kepala daerah hari ini semuanya bagus, bersemangat sekali, dari Batang sampai Pemalang, dan kita harapkan semangat itu bisa menyelesaikan berbagai persoalan ini,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid
































