SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menyiapkan rencana alih fungsi rumah dinas wali kota menjadi museum berstandar nasional.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Salatiga, Henni Mulyani, menjelaskan bahwa rencana tersebut lahir dari kebutuhan menghadirkan ruang edukasi dan pelestarian sejarah lokal.
“Salatiga punya banyak potensi budaya, sejarah, dan kearifan lokal. Museum akan menjadi sarana untuk memperkuat identitas kota sekaligus menambah daya tarik wisata,” ujarnya, Selasa, 30 September 2025.
Menurutnya, bangunan rumah dinas wali kota dipilih karena lokasinya yang berada di pusat kota dan mudah diakses masyarakat maupun wisatawan.
“Selain strategis, nilai historis bangunan juga menjadi pertimbangan penting,” sambungnya.
Sedangkan konsep museum yang akan diusung yakni bertema sejarah dan budaya Salatiga dengan sentuhan edukasi interaktif. Pengelolaan museum dapat dilakukan langsung oleh Dinas Pariwisata maupun melibatkan pihak ketiga dan komunitas lokal agar lebih hidup.
Namun, untuk saat ini rencana tersebut masih dalam tahap kajian lebih dalam, termasuk kebutuhan renovasi dan penyesuaian ruang agar sesuai standar museum. Selain itu estimasi anggaran sedang disusun, dengan kemungkinan bersumber dari APBD maupun dukungan mitra.
Henni mengatakan akan menggandeng berbagai pihak untuk mempromosikan keberadaan museum sehingga dapat meningkatkan jumlah pengunjung.
“Promosi akan kami lakukan secara masif, baik melalui media sosial, event budaya, maupun kolaborasi dengan pelaku wisata. Keterlibatan masyarakat dan komunitas budaya juga akan menjadi bagian penting, misalnya dalam pengisian konten museum,” jelasnya.
Disbudpar berharap dengan adanya museum maka pariwisata Salatiga semakin berkembang dan memberi dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha lokal.
“Kami ingin museum ini bukan hanya jadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tapi juga pusat aktivitas budaya dan edukasi yang hidup,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa





























