BLORA, Lingkarjateng.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, masih optimis pengerjaan proyek strategis nasional (PSN) embung Karangjati, Blora akan tepat waktu tanpa penambahan alat berat.
Hal itu, diungkapkan Henggar saat mengunjungi lokasi proyek guna mengawal Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang direncanakan mengunjungi proyek tersebut. Namun pada akhirnya Gubernur Jawa Tengah itu tidak jadi mengunjungi lokasi proyek.
“Alatnya masih cukup, ada enam alat berat, cukup lah, kalau alat-alat. Saya kira tinggal over time -over time (lembur) aja,” ujar Henggar, Jumat, 26 September 2025.
Menurutnya, proyek tersebut memiliki kendala terhadap cuaca yang saat ini akan memasuki musim penghujan. Sehingga langkah paling efektif adalah pengerjaan lembur hingga pukul 22.00 WIB malam, bila cuaca sedang cerah.
“Kalau cuaca bagus kita over time, bahkan bisa tiap hari. Rencananya kita akan selesai sampai dengan bulan November tanggal 28. Kondisi cuaca, pada saat hari hujan kita sering kerepotan. Karena memang pengerjaan banyak di galian,” ujarnya.
Lebih lanjut, Henggar menyebutkan salah satu galian embung telah mencapai lantai dasar. Sehingga dalam waktu dekat akan dilakukan pengecoran lantai dasar, dan dilanjutkan ke dinding embung.
“Saat ini progresnya kurang lebih kisaran 26 persen. Tapi fisik dilapangan, saya perkirakan sudah 27 persen lebih,” ungkap Henggar.
Dijelaskan, proyek tersebut akan memakan lahan 5 hektar, yang akan dibangun dua embung dengan ukuran yang berbeda. Pada embung pertama 1,1 hektar, lalu yang kedua 0,5 hektar.
“Total anggaran sebesar Rp 9 miliar, namun kontrak pengerjaan kita sebesar Rp 8,5 miliar. Nanti ada dua embung, sebelah Utara dan Selatan,” ujarnya.
Henggar mengklaim, embung tersebut mampu mengairi 40 hektar lahan pertanian, bahkan ia berharap bisa lebih dari target tersebut. Sehingga dapat dilakukan tiga kali masa tanam padi.
“Kalau cuaca di tahun ini, kayaknya kok cuacanya sangat mendukung, hampir di seluruh tempat itu bisa tanam bisa sampai 3 kali tanam. Untuk kebutuhan air saya kira tidak ada Masalah, mudah-mudahan kedepan makin berfungsi,” harapnya.
Lebih lanjut, Henggar menyebutkan fungsi utama pembuatan embung adalah mensuplai kebutuhan air irigasi. Namun hanya berupa indek air, belum ada saluran atau pompa air yang dibutuhkan.
“Nanti kalau untuk buangannya, baru nanti kita persiapkan. Insyaallah nanti kita coba minta bantuan untuk disiapkan pompa-pompa,” ujarnya.
Namun pihaknya berharap, masyarakat dapat menyiapkan pompa air secara swadaya. Sehingga bila membutuhkan air dapat langsung menggunakan.
“Harapannya pompa-pompa itu harusnya yang menyiapkan masyarakat, kalau memang butuh tinggal ngambil air disini, pompa aja. Atau mungkin bisa juga dipompa ke saluran irigasi yang ada,” ujarnya.
Ditambahkan, proyek embung tersebut belum ada penjadwalan terhadap hibah ke Pemkab Blora. Sehingga setelah proyek tersebut selesai, pengelolaan atau perawatan masih di bawah Pusdataru Provinsi Jawa Tengah. Namun para petani sekitar dapat langsung menggunakan air tersebut.
“Untuk hibah belum ada hibah ke kabupaten. Nanti kita lihat dulu, jadi sementara seperti itu (Tidak ada hibah),” katanya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar S
































