BLORA, Lingkarjateng.id – Pengerjaan proyek strategis nasional (PSN) embung atau Bendungan Karangjati, Blora, diisukan pakai solar subdisi. Pihak kepolisian setempat sempat mendatangi Proyek tersebut untuk klarifikasi informasi itu.
Tetapi kabar tersebut dibantah Pelaksana Proyek Ali. Ia menegaskan, seluruh alat berat hingga dump truk yang digunakan untuk pengerjaan proyek itu menggunakan solar industri, dengan melibatkan pihak ketiga sebagai penyedia jasa.
“Jadi, dari laporan kemarin, Polres juga sudah kesini. Itu tim investigasi 2, pada dasarnya itu kita memang menggunakan solar industri, sesuai kebutuhannya apa, dan kita memiliki semua dokumentasinya,” ujar Ali, Jumat, 12 September 2025.
Soal pengawasan solar industri, ia mengatakan sudah ada di konsultan pengawas. Sehingga ia menegaskan isu yang beredar bahwa pengerjaan embung Karangjati memakai solar subsidi tidak dibenarkan.
“Konsultan Pengawas ada dua orang, sebagai inspektur dan QC (Quality Control),” katanya.
Pihaknya mengungkapkan, saat ini sudah ada 5 kali pengiriman solar industri, sementara untuk satu kali pengiriman solar itu mencapai 5000 liter. Artinya sudah 25 ribu liter solar yang digunakan untuk pembangunan proyek tersebut.
Tak hanya itu, Ali juga menegaskan, bahwa tanah hasil galian tidak diperjual belikan atau dilempar keluar area proyek. Nantinya tanah itu digunakan untuk urug bibir embung.
“Kita fokus ke galian, tapi tidak ada tanah yang keluar dari proyek,” katanya.
Dikatakan, untuk tenaga kerja pihaknya melibatkan warga setempat yang mencapai 70 persen dari total pekerja. Namun untuk total pekerja, pihaknya tidak menyebutkan secara rinci.
“Tenaga kerja kita libatkan masyarakat, sekitar 70 persen dari lokal, dari kampung sendiri, yang memutuskan pihak desa, seperti tenaga kerja, dump truk, dan yang lain,” terangnya.
Tak hanya melibatkan pekerja, pihaknya mengaku telah memberi uang untuk ramah lingkungan kepada warga yang terdampak pembangaun.
“Rp 10 juta berbentuk sembako. RT 2,3, dan RT 5, di RW 4,” katanya
Ditambahkan, saat ini proyek sudah mencapai 11, 06 persen pada minggu ke-9, dari rencana 10,768 persen. Namun pihaknya menghawatirkan saat ini memasuki musim penghujan. Sehingga target selesai pada 28 November tercapai.
“Nanti antisipasinya di percepatan jam kerja, kita lembur. Karena ini pekerjaan kita, dominannya di galian dan beton. Kalau cuaca cerah, nanti kita start jam 7 dan selesai jam 5,” terangnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar S
































