BATANG, Lingkarjateng.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi atas langkah cepat dan strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang dalam merespons aksi unjuk rasa yang berlangsung pada akhir Agustus 2025 lalu.
Hal itu disampaikan oleh Penanggung Jawab Tim Kewaspadaan Informasi dan Media Monitoring, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Hamda, saat kunjungan kerja di Kabupaten Batang yang bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42 pada Jumat, 12 September 2025.
“Tindakan pemerintah menerima pengunjuk rasa dan melakukan deklarasi damai adalah bentuk respons yang baik untuk memastikan unjuk rasa berlangsung damai. Selain itu, ditekankan juga pemerintah menunjukkan sikap pro rakyat melalui program pro rakyat, menghindari pemborosan dan tidak flexing,” ujar Hamda.
Hamda mengatakan bahwa Kemendagri memantau seluruh wilayah Indonesia pasca gelombang unjuk rasa, terutama daerah yang terjadi kerusuhan.
Pihaknya mengarahkan agar pemerintah daerah mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai bentuk antisipasi dini terhadap gangguan ketertiban.
Wakil Bupati Batang, Suyono, menyampaikan bahwa meski situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) secara umum terjaga, pihaknya tetap menindaklanjuti instruksi Kemendagri dengan langkah-langkah nyata.
Suyono mengatakan bahwa Pemkab Batang bersama Forkopimda setempat menerima pengunjuk rasa dan melakukan deklarasi damai.
“Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Batang bersama Tim Kemendagri dan unsur Forkopimda melakukan evaluasi terhadap kondisi wilayah, khususnya pasca aksi unjuk rasa,” katanya.
Unjuk rasa yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kabupaten Batang pada Sabtu, 30 Agustus 2025, sempat menyebabkan kerusakan ringan pada fasilitas gedung, seperti jendela pecah dan pagar roboh.
Namun, Pemkab Batang mengambil langkah cepat dengan menemui peserta aksi sehingga situasi berhasil dikendalikan.
Sumber: Pemkab Batang
Editor: Rosyid
































