KUDUS, Lingkarjateng.id – Desa Janggalan yang berada di Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus memiliki berbagai peninggalan budaya dan sejarah. Peninggalan-peninggalan tersebut kemudian dimanfaatkan menjadi potensi wisata edukasi.
Arif Juaedi selaku Pengelola Pokdarwis Desa Janggalan menyampaikan, ada berbagai pilihan wisata edukasi di desa tersebut. Wisata edukasi tersebut bisa diikuti wisatawan melalui kegiatan susur desa.
Diantaranya, wisatawan bisa mengenal dan mempelajari terkait rumah londo dan rumah joglo gebyok khas Kudus.
“Ada warga yang memiliki rumah londo dan rumah joglo yang masih terawat baik padahal sudah ratusan tahun. Ini menjadi salah satu potensi wisata kami, wisatawan akan kami antarkan untuk melihat dan mengenal peninggalan tersebut,” katanya.
Kemudian, wisatawan akan diajak mengenal berbagai pondok pesantren yang ada di desa tersebut. Pasalnya, Desa Janggalan terkenal akan banyaknya pondok pesantren yang santrinya berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Banyak pondok pesantren di sini yang notabene santrinya bahkan dari Luar Jawa,” ujarnya.
Wisata edukasi berikutnya, wisatawan akan diajak menyusuri kawasan Makam Mbah Jenggolo yang merupakan leluhur desa. Bahkan, pihaknya juga memiliki kegiatan Kirab Budaya sebagai bagian dari peringatan Haul Mbah Jenggolo yang bisa menarik kunjungan wisatawan.
“Kirab tersebut digelar setiap bulan Suro. Biasanya juga ada rangkaian acara Gelaran Dagangan Rakyat (Geldara) yang akan digelar beberapa hari,” ujarnya.
Kemudian, Desa Janggalan juga memiliki kegiatan wisata rutin yakni Pasar Bunga. Kegiatan Pasar Bunga tersebut rutin digelar dua kali dalam setahun.
Sementara untuk wisata kuliner, keunggulan di Desa Janggalan yaitu ada Nasi Jangkrik, Puli Kotokan dan Bolu Spiko. Kuliner-kuliner tersebut bisa ditemukan ketika wisatawan datang ke Desa Janggalan.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S
Editor: Sekar S





























