KUDUS, Lingkarjateng.id – Musim Tanam (MT) III tahun ini membawa kabar menggembirakan bagi petani di Kabupaten Kudus. Sebab, harga gabah kering panen (GKP) tercatat stabil di kisaran Rp6.900 hingga Rp7.000 lebih per kilogram, nyaris sama dengan harga di MT II lalu.
Ketua Gapoktan Makmur Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, Tolikan, mengungkapkan harga tersebut cukup menguntungkan petani, meski dihadapkan hama tikus.
“Cuaca saat ini bagus, tapi ada hama tikus yang menyerang. Kami sudah menyiasatinya dengan memasang listrik di lahan persawahan,” ujarnya, Senin, 11 Agustus 2025.
Menurut Tolikan, serangan tikus bisa memangkas hasil panen secara signifikan.
Dari potensi normal 5,5 ton gabah per hektare, serangan hama dapat menurunkan hasil hingga hanya tiga ton per hektare.
Meski begitu, kewaspadaan dini dan dukungan pasokan air membuat petani tetap bersemangat.
“Air kami cukup, ada empat titik sumur dalam bantuan PSDA di Desa Banget,” imbuhnya.
Dari sisi produksi, Kabid Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Agus Setiawan, menyebut sejumlah wilayah menjadi sentra MT III, seperti Kecamatan Mejobo, Jekulo, dan Kaliwungu.
“Produksi rata-rata mencapai 6,5 ton per hektare,” ungkapnya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Kudus, luas tanam MT III tahun ini hingga Juli 2025 mencapai 8.595 hektare, meningkat pesat dibanding tahun lalu yang hanya 5.322 hektare.
Jika digabung dengan MT II, total luas panen sampai Juli 2025 mencapai 18.499 hektare, atau bertambah 586 hektare dibanding periode yang sama 2024.
Kenaikan luas tanam ini diyakini akan memberi dampak positif terhadap stok pangan dan pendapatan petani.
“Harapannya para petani dapat nilai jual yang bagus sehingga pendapatan mereka meningkat,” kata Agus.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Sekar S































