PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Pekalongan, Andi Susanto, menegaskan komitmen organisasinya dalam meningkatkan kualitas perwasitan di tingkat lokal. Hal tersebut disampaikannya melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin, 21 Juli 2025, sehari setelah pelaksanaan kegiatan pembinaan wasit di wilayah setempat.
Andi mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengevaluasi sejumlah regulasi internal, terutama yang berkaitan dengan pembinaan dan sanksi bagi wasit. Langkah ini diambil untuk memastikan regulasi tetap relevan dengan perkembangan sepak bola dan mampu mendukung peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
“Setelah evaluasi ini, kami akan meninjau kembali beberapa aturan dan regulasi internal, terutama yang berkaitan dengan pembinaan dan sanksi bagi wasit. Tujuannya agar lebih relevan dengan kondisi saat ini dan dapat mendukung peningkatan kualitas perwasitan secara berkelanjutan,” tulis Andi.
Terkait kemungkinan penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di pertandingan lokal, Andi menilai hal itu sebagai wacana menarik namun belum realistis untuk diterapkan dalam waktu dekat. Ia menyebut, implementasi VAR membutuhkan anggaran besar serta kesiapan sumber daya manusia.
“Itu pertanyaan yang sangat relevan. Kami menyadari betul pentingnya fair play dan bagaimana teknologi seperti VAR dapat membantu. Namun, perlu dipahami bahwa pengadaan dan implementasi VAR membutuhkan investasi yang tidak sedikit,” ungkapnya.
ASKAB saat ini lebih memprioritaskan peningkatan kualitas dasar wasit serta pemenuhan infrastruktur pertandingan. Menurut Andi, memastikan wasit berkualitas dan menjunjung tinggi integritas merupakan prioritas utama.
“Prioritas kami saat ini adalah memastikan setiap pertandingan di Pekalongan dipimpin oleh wasit yang berkualitas dan menjunjung tinggi integritas, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada teknologi yang mahal,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Andi berharap seluruh elemen sepak bola di Kabupaten Pekalongan dapat bersinergi menciptakan ekosistem yang sehat dan berprestasi.
“Harapan terbesar kami adalah melihat sepak bola Pekalongan semakin maju dan berprestasi. Kami ingin menciptakan ekosistem sepak bola yang sehat, di mana semua elemen, mulai dari pemain, pelatih, wasit, hingga suporter, dapat bersinergi dengan baik,” tandasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar S






























