REMBANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Rembang bersama Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Rembang akan menggelar turnamen sepak bola antar-kecamatan bertajuk Bupati Cup 2025, yang dijadwalkan kick-off pada 16 Juli 2025 mendatang di Stadion Krida Rembang.
Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-284 Kabupaten Rembang, sekaligus sebagai upaya pencarian bibit-bibit unggul pesepak bola muda lokal.
Dalam rapat koordinasi dan technical meeting yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati pada Kamis, 10 Juli 2025, Ketua Askab Rembang, Nur Arsya Irfana, menyampaikan bahwa Bupati Cup diharapkan menjadi turnamen rutin tahunan.
“Ini menjadi terobosan Askab setelah lama vakum. Harapannya bisa menjadi ajang munculnya pemain berbakat dari desa-desa dan kecamatan di Rembang,” ujarnya.
Mengenai skema dan format turnamen, Muhammad Kumorohadi, Wakil Ketua Askab sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, menjelaskan bahwa turnamen ini diikuti oleh 16 tim dari 14 kecamatan se-Kabupaten Rembang. Dua kecamatan, Pamotan dan Rembang Kota, akan mengirim dua tim karena potensi pesepak bola yang lebih besar.
Pertandingan menggunakan sistem gugur, dimulai dari babak 16 besar yang akan digelar pada 16 Juli dengan dua pertandingan setiap hari pukul 14.00–16.00 WIB. Untuk babak 8 besar hingga final, hanya akan ada satu pertandingan per hari. Grand final dijadwalkan pada 27 Juli, bertepatan dengan Hari Jadi Kota Rembang.
Bupati Cup 2025 Bakal Digelar Sambut Hari Jadi Rembang, Jaring Bakat Pesepak Bola
Turnamen ini khusus untuk kelompok usia U-17, dengan batas kelahiran maksimal 1 Januari 2007. Setiap tim boleh mendaftarkan hingga lima pemain senior, namun hanya tiga yang diperbolehkan bermain dalam satu pertandingan.
Yang menarik, pemain yang bertanding harus berdomisili dan ber-KTP di kecamatam masing-masing, sehingga dilarang “mengebon” atau mengambil pemain dari luar wilayah.
“Tujuannya agar tidak ada gengsi-gengsian dan pemborosan biaya, tapi benar-benar murni menjaring bakat lokal,” ungkap Puji Santoso, Sekretaris Askab Rembang.
Turnamen ini juga menjadi langkah awal Askab dan panitia untuk mempersiapkan regenerasi pemain PSIR Rembang, yang akan kembali berlaga di Liga 4.
“PSIR butuh waktu sekitar 4 bulan untuk menyiapkan tim, jadi turnamen ini sangat strategis untuk menjaring talenta asli Rembang,” lanjut Puji.
Ia menambahkan, saat ini pengurus baru PSIR masih dalam proses penyusunan. Namun, M. Nur Hasan, anggota DPRD disebut akan mengambil peran penting sebagai pemimpin PSIR ke depan.
“Beliau sudah menyatakan kesediaannya, karena dulu sempat berjanji saat kampanye untuk memajukan PSIR,” ucap Puji.
Meskipun Liga 4 bukanlah ajang yang menguntungkan secara finansial, Askab berharap tokoh-tokoh yang memiliki loyalitas dan dukungan finansial bersedia bergabung.
“Perjuangan untuk PSIR adalah perjuangan bersama, dan dengan dukungan dari Gus Hanies yang berpengalaman, semoga bisa bersinergi membangkitkan sepak bola Rembang,” tandasnya.
Turnamen Bupati Cup ini juga terbuka untuk umum dan dapat disaksikan secara gratis oleh masyarakat.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Sekar S





























