REMBANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Rembang akan menggelar Bupati Cup 2025 sebagai ajang pencarian bakat pesepak bola muda dari seluruh kecamatan di Rembang. Turnamen ini sekaligus menjadi rangkaian kegiatan menyambut Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-284 yang jatuh pada 27 Juli mendatang.
Bupati Rembang, Harno, menyampaikan bahwa turnamen ini menjadi momentum kebangkitan kembali kompetisi lokal yang sudah lama vakum.
“Rencana Bupati Cup ini sebenarnya pernah ada dulu, tapi sudah lama sekali tidak diadakan. Sekarang kami gelar kembali walaupun dengan sederhana, karena kita semua tahu posisi anggaran kita,” ujarnya saat membuka rapat koordinasi bersama jajaran camat, Askab PSSI Rembang, dan panitia pelaksana di Rumah Dinas Bupati, Kamis, 10 Juli 2025.
Menurutnya, tujuan utama dari turnamen ini bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana untuk menyaring bibit unggul putra-putra daerah yang kelak bisa membela PSIR Rembang dalam kompetisi resmi.
“Kemarin kita sudah mulai dari kelompok usia U-15 lewat Soekarno Cup. Sekarang kita lanjutkan dengan U-23+. Harapannya, yang terpilih nanti akan dikumpulkan untuk diuji coba di PSIR. Kita ingin tahu sejauh mana kemampuan pemain lokal jika disandingkan dengan kabupaten lain,” tegas Bupati Harno.
Ia juga menyinggung pengalaman buruk saat uji coba PSIR sebelumnya yang gagal total karena minimnya persiapan dan keterbatasan pemain.
“Waktu itu setelah saya dilantik, kita uji coba langsung, tapi gagal karena pemain terbaiknya sudah diambil klub lain. Akhirnya kita hanya bisa tampil seadanya dan hasilnya paling bawah,” kenangnya.
Untuk itu, melalui Bupati Cup 2025 ini, ia berharap proses seleksi bisa lebih matang dan benar-benar menghadirkan pemain asli dari kecamatan masing-masing.
“Tujuannya untuk mencari bibit-bibit putra-putra terbaik untuk masuk ke PSIR, nanti apabila kemampuan APBD kita ada ya kita maksimalkan, kalau APBD kita masih sangat terbatas ya kita jalan sesuai kemampuan kita. Karena semua olahraga membutuhkan anggaran, kalau mengambil pemain dari luar itu otomatis akan menyedot anggaran yang lebih banyak,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan agar turnamen ini berjalan dengan tertib dan damai. Ia meminta seluruh camat ikut mengimbau warganya agar tidak terjadi kericuhan, terutama dari kalangan suporter.
“Olahraga ini hiburan rakyat, harus dinikmati. Jangan sampai ada pertengkaran. Kalau sampai terjadi keributan, bisa-bisa tidak kita adakan lagi, selama semuanya bisa saling menjaga, baik, aman, lancar maka kita lanjutkan.” pesannya.
Sementara itu, Ketua Askab Rembang, Nur Arsya Irfana, menyebut bahwa Bupati Cup menjadi terobosan penting setelah vakum panjang turnamen lokal.
“Semoga acara ini bisa menjadi acara yang berkelanjutan setiap tahun. Jadi ini termasuk terobosan askab pertama ini, dari dulu kan belum ada lagi, sudah vacum lama dan pertama kemarin juga sudah ada turnamen Soekarno Cup, dan ini Bupati Cup, selanjutnya ada turnamen lebih banyak lagi,” harapnya.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Sekar S





























