KUDUS, Lingkarjateng.id – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mendorong sejumlah SMP negeri untuk membuka pendaftaran offline guna memenuhi kuota rombongan belajar (rombel) yang belum terpenuhi dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun ajaran 2025/2026.
Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, menjelaskan hingga Senin, 30 Juni 2025, baru SMP 4 Bae yang secara resmi mengajukan surat permohonan pendaftaran offline.
Sementara itu, SMP negeri lain yang mengalami kekurangan murid masih dalam tahap konsultasi.
“SMP 2 Dawe sebenarnya juga kekurangan 30 murid dari total kuota, tapi baru konsultasi,” ujarnya, Senin, 30 Juni 2025.
Anggun menyampaikan, sekolah yang membuka pendaftaran PPDB offline harus selesai paling lambat satu minggu sebelum tahun ajaran baru dimulai pada 14 Juli 2025.
“Kami harap semua sudah tuntas sebelum 7 Juli,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala SMP 2 Dawe, Abu Sofyan, mengatakan pihaknya sebenarnya telah menerima 224 murid hasil PPDB online, dengan masing-masing rombel terisi 32 murid.
Namun, dengan adanya kelebihan dua murid, pihaknya berencana membuka satu kelas tambahan sehingga total menjadi 8 rombel.
“Kami sudah koordinasi dan disarankan Disdikpora untuk membuka pendaftaran offline,” ujarnya.
Sementara itu, SMP 3 Bae yang hanya kekurangan satu murid memilih tidak membuka pendaftaran tambahan.
Sedangkan SMP 3 Jekulo masih kekurangan 18 murid dari total kuota 256 anak dan masih menunggu keputusan lebih lanjut.
Jurnalis: Mohammad Fahtur Rohman
Editor: Rosyid































