KENDAL, Lingkarjateng.id – Curah hujan yang masih mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal menyebabkan banjir kian meluas hingga menggenangi rumah warga, pertokoan, perkantoran, sekolah dan lahan pertanian.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal per Sabtu, 17 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, banjir masih melanda tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Ngampel, Pegandon, Brangsong, Kendal, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan dan Rowosari. Ketinggian rata-rata air antara 10 hingga 70 sentimeter.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengatakan banjir di sejumlah wilayah ini disebabkan akibat tingginya curah hujan yang berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan sungai meluap dan menerjang rumah warga.
Bupati Kendal Tinjau dan Serahkan Bantuan kepada Warga Terdampak Banjir di Karangmulyo
Iwan menyebut hingga saat ini ada sejumlah dapur umum yang telah didirikan atas inisiatif warga.
“Untuk dapur umum ada beberapa titik diantaranya di Kecamatan Kaliwungu dan Pegandon,” terang Iwan, Sabtu, 17 Januari 2026.
Iwan menambahkan pihaknya sudah ada laporan permintaan bantuan logistik ke sejumlah wilayah yang terdampak banjir.
“Saat ini sudah ada laporan dan permintaan logistik, diantaranya dari Desa Banyuurip Kecamatan Ngampel, Purwokerto Kecamatan Brangsong, Karangsari, Pegulon, Ngilir, Balok, Kebondalem, Kalibuntu dan Langenharjo Kecamatan Kendal,” ungkapnya.
Ia mengimbau kepada seluruh warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan lantaran hujan dengan intesitas ringan, sedang dan lebat diprediksi masih akan terjadi hingga 21 Januari 2026.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa




























