KUDUS, Lingkarjateng.id – Enam desa di Kabupaten Kudus akan memulai pembangunan sanitasi aman usai pembukaan program pada Kamis, 24 Juli 2025 di Balai Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo.
Program sanitasi aman tersebut merupakan kerja sama antara Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di enam desa, Pemerintah Kabupaten Kudus dan perusahaan swasta PT Djarum.
Target program pada 2025 yakni terbangun 1.500 unit sanitasi individu dan air minum aman bagi keluarga kurang mampu.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang diwakili Sekertaris Daerah Revlisianto Subekti menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas kepedulian perusahaan swasta yang secara terus-menerus membantu peningkatan taraf hidup masyarakat setempat.
Menurut Subekti, sanitasi aman dan akses air minum yang semakin mudah merupakan kebutuhan sangat penting dan mendasar bagi kehidupan warga masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya optimistis program ini segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama keluarga kurang mampu.
Menurut sumber Simanis Cika Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, pada tahun 2024, capaian akses sanitasi aman di Kudus baru 3,53 persen, sedangkan akses air minum aman 24,40 persen.
Angka ini sejalan dengan temuan para petugas KSM yang telah melakukan kegiatan pemicuan terhadap 13.424 dari 18.971 keluarga (70,76 persen) di enam desa, yang menyatakan bahwa sebagian besar akses sanitasi dan air minum keluarga belum layak.
Melalui program ini, diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan pola hidup yang lebih sehat serta mencegah berbagai gejala penyakit, kematian bayi, dan stunting.
Pasalnya, buruknya akses sanitasi dapat menyebabkan berbagai penyakit, salah satunya diare, yang masih menjadi penyebab tertinggi kematian bayi.
Sanitasi aman ini merupakan akses sanitasi yang dimiliki keluarga dengan bangunan atas berbentuk leher angsa dan bangunan bawah berupa penampungan tinja kedap. Penampungan ini dilakukan penyedotan lumpur tinja secara rutin sehingga mampu mengisolasi bakteri Escherichia Coli.
General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto mengungkapkan program ini merupakan bentuk komitmen untuk membantu mewujudkan lingkungan masyarakat yang sehat. Program ini memiliki tiga kegiatan utama, yaitu membangun perubahan perilaku, membangun akses sanitasi dan penyediaan akses air minum aman.
“Kami bekerjasama dengan KSM yang merupakan wadah bagi masyarakat ambil bagian sebagai pelaku utama pembangunan. Mereka bekerja secara sukarela memberi andil penting dalam kelancaran program ini dengan mengidentifikasi masalah sanitasi dan air minum di tingkat keluarga, melakukan edukasi kepada warga, menyusun program kerja, hingga mengorganisir pembangunan akses sanitasi di lingkungan masing-masing,” paparnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa





























