BLORA, Lingkarjateng.id – Seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Blora telah mengantongi SLHS untuk operasional, program makan bergizi gratis (MBG).
Sub-koordinator Kesehatan Lingkungan Kerja dan Olahraga (KLK2O) Dinkesda Blora, Tutik mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyelesaikan 58 SLHS selama masa percepatan pengurusan pada bulan Oktober 2025.
“Saat ini sudah ada 58 SPPG yang mengantongi SLHS. Namun untuk permohonan sudah masuk 65 dapur,” ujar Tutik, Senin, 3 November 2025.
Tutik mengatakan dari 65 dapur tersebut, ada beberapa dapur yang belum operasional, namun telah mengajukan pelatihan orientasi pangan bagi penjamah makanan kepada Dinkesda Blora.
“Permohonan itu, agar seluruh relawan SPPG mendapatkan materi pelatihan penjamah makanan. Karena pelatihan itu menjadi syarat penerbitan SLHS,” tuturnya.
Lebih lanjut, Tutik mengatakan hingga saat ini, sudah menyelesaikan pelatihan di 64 dapur SPPG di Kabupaten Blora. Pelatihan itu, memiliki tujuan agar makanan yang diolah aman dan higienis.
“Dinkesda memastikan seluruh aspek kebersihan di lingkungan dapur SPPG. Tujuannya agar makanan yang diolah aman dan higienis demi melindungi kesehatan penerima manfaat,” ujarnya.
Disisi lain, Tutik menyebutkan paska masa percepatan SLHS, masih menunggu instruksi dari badan gizi nasional (BGN) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“Nanti bisa melalui OSS atau DPMPTSP. Namun untuk waktu proses permohonan SLHS tidak dapat secepat masa percepatan saat ini,” terangnya.
Ditambahkan, Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) Dinkesda Blora, Mohammad Sopiyan Aziz, menjelaskan bahwa materi pelatihan orientasi pangan bagi penjamah makanan yang menjadi salah satu persyaratan SLHS, berlandaskan pada aturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Aziz menyebutkan pelatihan itu menekankan beberapa materi penting, diantaranya materi Regulasi, cemaran pangan, penyakit bawaan makanan, pembersihan sanitasi peralatan dapur, higiene perorangan dan 6 prinsip higiene dan sanitasi.
“Harapannya dapat mewujudkan produk makanan aman, sehat dan bergizi. Tidak hanya unsur gizi, tapi aman dan sehat juga penting. Sehingga dapat terhindar dari kasus-kasus keracunan pangan,” terang Aziz.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar S































