SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menggelar uji kompetensi assessment center untuk seleksi terbuka dan kompetitif pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Salatiga di Surakarta, Selasa malam, 3 Februari 2026. Uji kompetensi dengan metode assessment center ini, diikuti lima pejabat yang telah lolos seleksi administrasi.
Uji kompetensi berlangsung selama tiga hari, 3 hingga 5 Februari itu, guna menjaring Sekda yang berkompeten dan berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Salatiga.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan, seleksi terbuka merupakan bentuk komitmen Pemkot Salatiga dalam menerapkan prinsip merit sistem sekaligus memperkuat reformasi birokrasi.
Terlebih, kata dia, posisi sekda sangat strategis sebagai motor penggerak birokrasi, koordinator perangkat daerah, serta penghubung kepala daerah dengan seluruh organisasi pemerintahan.
“Karena itu, sekda dituntut memiliki kapabilitas manajerial kuat, integritas, etika, loyalitas tinggi, visioner, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kinerja serta pelayanan publik,” kata Robby dalam siaran pers yang dilayangkan kepada wartawan, Rabu, 4 Februari 2026.
Robby menegaskan, agar tahapan seleksi dijalankan dengan menjunjung tinggi independensi, profesionalisme, dan kredibilitas. Ia turut berpesan kepada para kandidat agar menjaga kesehatan selama mengikuti rangkaian seleksi.
“Sekretaris Daerah harus menjadi entrepreneur birokrasi, mampu menciptakan birokrasi yang sesuai kebutuhan dan benar-benar diperlukan masyarakat untuk pembangunan Kota Salatiga,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Organisasi dan Tata Laksana Sekretaris UNS Tuhana mengatakan, tim seleksi harus bekerja profesional, terukur, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menyebut bobot seleksi administrasi 20 persen, makalah 20 persen dan uji kompetensi 25 persen.
“Calon sekda harus memiliki integritas tinggi, kemampuan inovasi dan kreativitas, menjadi teladan perangkat daerah, mampu menentukan skala prioritas, serta menyusun kebijakan berbasis sains dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S

































