PEKALONGAN, Lingkarjateng.id — Angin kencang yang terjadi pada sabtu 10 Januari 2026 di wilayah Kabupaten Pekalongan berdampak pada sejumlah lahan pertanian.
Walau terdampak angin kencang, Dinas Pertanian Kabupaten Pekalongan memastikan sebagian besar tanaman masih dapat diselamatkan dan tetap dimanfaatkan petani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP), Yudhi Himawan, mengatakan bahwa hasil pendataan sementara menunjukkan kondisi sektor pertanian di beberapa wilayah relatif aman.
Menurut Yudhi, wilayah Kecamatan Bojong dilaporkan tidak mengalami dampak berarti akibat angin kencang.
“Untuk Kecamatan Bojong sementara aman, tidak ada problem di sektor pertanian,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin, 12 Januari 2026.
Angin kencang juga sempat terjadi di Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi. Di lokasi tersebut, sekitar lima hektare lahan padi dilaporkan ambruk. Beruntungnya pada sudah dalam masa panen sehingga masih bisa dimanfaatkan.
“Padi yang terdampak sudah siap panen dan masih bisa dipanen, jadi tetap termanfaatkan,” jelasnya.
Selain itu, angin kencang juga menyebabkan sejumlah tanaman sengon ambruk di Kecamatan Karangdadap. Di wilayah yang sama, tepatnya di Desa Kaligawe, tanaman tebu seluas kurang lebih satu hektare turut terdampak. Namun, tanaman tebu tersebut masih dapat diselamatkan.
Sementara itu, kondisi pertanian di Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Kajen dilaporkan aman tanpa adanya laporan kerusakan tanaman.
Di wilayah Batalyon 407 Pekalongan, dampak angin kencang mengenai tanaman jagung dengan luasan sekitar 1,25 hektare. Dari total luasan tersebut, sekitar 10 persen tanaman terdampak, namun secara keseluruhan masih dapat diselamatkan.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem, Yudhi mengimbau para petani dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan bencana.
“Dengan kejadian ini, kami mengimbau agar tetap waspada terhadap bencana dan mengantisipasi,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa































