KENDAL, Lingkarjateng.id – Tiga desa di Kabupaten Kendal menerima penghargaan sebagai desa terbaik kategori Pengelolaan Desa dan Kelurahan Online Terintegrasi (DOKAR).
DOKAR merupakan sistem informasi desa dan kelurahan terintegrasi yang dimiliki oleh Kabupaten Kendal. Sistem informasi DOKAR memiliki tiga fitur unggulan yaitu informasi berbagai OPD yang saling terintegrasi, memberikan akses kepada contributor untuk mengisi konten dengan persetujuan admin utama, dan semua data yang di-input akan masuk ke dalam dashboard utama.
Ketiga desa yang menerima penghargaan DOKAR tersebut, yakni Desa Johorejo, Kecamatan Gemuh yang meraih peringkat 1, Kemudian Desa Pagerdawung, Kecamatan Ringinarum meraih peringkat 2, dan Desa Peron Kecamatan, Limbangan meraih peringkat 3.
Kepala Desa Johorejo, Umi Maslihah, mengatakan bahwa pemerintah desa terbuka dalam memberikan informasi melalui website DOKAR sehingga masyarakat luas bisa mengetahui informasi terkait apapun di Desa Johorejo.
“Ini adalah penghargaan dalam pengelolaan informasi secara transparan, jadi sesuatu yang ada di desa itu baik anggaran dan lainnya kita informasikan ke publik, jadi tidak ada yang ditutupi biar masyarakat tahu,” ujarnya, Senin, 8 Januari 2024.
Umi menyampaikan terima kasih kepada seluruh perangkar desa Johorejo yang telah bekerja dengan baik dalam pengelolaan website desa sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Terutama kepada sekretaris desa dan kasi tata usaha yang langsung ikut serta dalam pengelolaannya. Harapannya kedepan bisa dikelola lebih baik lagi, sehingga bisa memberikan dampak yang lebih baik lagi kepada masyarakat, terutama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” ucapnya.
Dirinya berharap Desa Johorejo dapat terus mempertahankan penghargaan tersebut dan dapat mengembangkannya menjadi lebih baik lagi.
Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Camat Ringinarum, Dwi Cahyono Suryo, menuturkan bahwa ketiga desa terbaik peraih penghargaan tersebut dapat menjadi contoh bagi desa maupun kelurahan di Kabupaten Kendal, agar kedepannya dapat berlomba-lomba menjadi yang lebih baik dalam pengelolaan website desa.
“Harapannya melalui penghargaan ini bisa memacu semangat pemerintah desa dan kelurahan lainnya dalam mengelola website, sehingga dapat menyediakan informasi dan potensi desa maupun kelurahan, yang mana nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk peningkatan perekonomian, termasuk sebagai ajang promosi bagi pelaku UMKM,” ungkapnya. (Lingkar Network | Arvian Maulana – Koran Lingkar)
































