BLORA, Lingkarjateng.id – Guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Blora, Tri Yuli Setyoningrum, terpilih menakhodai Sekolah Rakyat yang siap beroperasi pada tahun ajaran baru 2025/2026.
Perempuan kelahiran tahun 1978 ini memiliki rekam jejak pendidikan panjang. Tri Yuli menempuh pendidikan S1 di Universitas Negeri Semarang tahun 2001, lalu melanjutkan jenjang S2 di Upgris 2025. Ia juga mengikuti short course di Queensland, Australia pada 2019.
Tri Yuli terpilih menjadi kepala Sekolah Rakyat di Blora dari penyaringan belasan penggerak Bahasa Inggris.
“Jadi untuk proses pemilihannya itu memang ada 15 nama dari Kemendikdasmen. Nama-nama itu dikirim ke Kemensos. Kemudian kami diberi tembusannya kemudian diseleksi oleh Kemensos,” ulasnya menceritakan alur seleksi.
Menurutnya, seluruh rekan-rekan guru penggerak yang turut mengikuti seleksi kepala Sekolah Rakyat adalah guru yang profesional dan memiliki rekam jejak prestasi yang gemilang.
“Sebagian besar adalah guru penggerak, kemudian pangkat sudah 3C, kemudian mempunyai pengalaman di bidang manajerial di sekolah masing-masing begitu,” terangnya.
Dengan amanah yang kini di pundaknya, Tri Yuli berkomitmen untuk semaksimal mungkin membantu peserta didik menerima pendidikan yang baik sehingg bisa meningkatkan derajat keluarga para siswa.
“Niat saya kemarin setelah mengikuti retreat, saya ingin agar hidup saya dapat bermanfaat untuk orang-orang kurang mampu ini,” ungkapnya.
Ada 50 calon peserta didik di Sekolah Rakyat yang berlatarbelakang dari keluarga miskin ekstrem. Oleh karena itu Tri Yuli bertekad memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
“Memang mereka (calon peserta didik) itu dalam kondisi miskin ekstrem, apalagi ketika saya melihat profil rumah mereka yang kurang layak itu menggugah saya untuk membantu pendidikan mereka,” tuturnya.
“Karena untuk memuliakan orang kurang mampu, supaya tidak seperti orang tuanya lagi, bekal pendidikan itu sangat penting,” imbuhnya.
Tri Yuli ingin anak-anak tersebut mendapatkan hak pendidikan setara, dari anak-anak yang memiliki ekonomi mampu.
“Jadi saya ingin mereka mendapatkan pendidikan yang terbaik, kalau memang mereka mampu dan ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi pemerintah siap untuk menanggung pendidikannya, bahkan sampai luar negeri pun sanggup begitu,” terangnya.
Ia bersama guru-guru Sekolah Rakyat akan berupaya mewujudkan hal tersebut.
“Jadi saya sebagai kepala sekolah dan guru-guru, tentu saja akan memaksimalkan potensi mereka di mana nanti kami siap untuk memfasilitasinya,” jelasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa
































