SALATIGA, Lingkarjateng.id – Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Salatiga mulai menunjukkan hasil nyata. Terdapat 20 anak yang mendapat intervensi gizi melalui program Salatiga Anti Stunting (SAS), dan 70 persen diantaranya mengalami peningkatan signifikan dalam berat dan tinggi badan.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Sri Suwartiningsih mengatakan, intervensi gizi yang dilakukan meliputi dua pendekatan utama dalam kerangka 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif.
Intervensi spesifik seperti pemberian makanan tambahan, vitamin A, serta tablet zat besi untuk ibu hamil dan remaja putri. Sedangkan intervensi sensitif mencakup edukasi gizi, air bersih, sanitasi layak, dan layanan keluarga berencana.
“Intervensi anak stunting dengan program SAS yang digagas UKSW tersebut dilakukan sejak Januari 2025. Kami intervensi pada 20 anak stunting dan kini 70 persen di antaranya menunjukkan perbaikan signifikan. Ini jadi sinyal positif bahwa model kemitraan lintas sektor bisa efektif,” ujarnya, Senin 30 Juni 2025.
Ia menyatakan, program SAS didukung oleh DP3APPKB, Bappeda, dan Dinas Kesehatan Kota Salatiga. Menu makanan bergizi disiapkan oleh tim ahli gizi FIK dan dimasak oleh ibu-ibu Dapur Sehat di empat kecamatan. Distribusi dilakukan oleh kader kesehatan dan duta GenRe Salatiga.
Sri juga menyoroti pentingnya komunikasi interpersonal dalam keluarga sebagai faktor penentu keberhasilan intervensi.
“Dari hasil pendampingan, kondisi psikologis dan relasi dalam keluarga punya pengaruh besar terhadap kepatuhan dan keberhasilan program,” ungkapnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S






























