KENDAL, Lingkarjateng.id – Para pengemudi becak kayuh berusia di atas 50 tahun di Kabupaten Kendal menerima bantuan becak listrik.
Bantuan becak listrik tersebut merupakan program Presiden RI Prabowo Subianto untuk menyediakan sarana kerja yang lebih efisien, manusiawi, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Becak listrik tersebut diberikan untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang masih menggantungkan mata pencaharian pada sektor informal, termasuk para pengayuh becak lanjut usia yang tetap aktif bekerja.
Rencana pada 2025, sebanyak 10 ribu unit becak listrik dapat disalurkan kepada masyarakat melalui Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) serta kerja sama pemerintah daerah.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan becak listrik sangat bermanfaat bagi pengemudi becak kayuh.
“InsyaAllah dengan pemberian becak listrik ini tentunya sangat membantu dan para pengemudi becak lansia ini, sehingga mereka tidak berat lagi saat mengayuh. Selain itu becak listrik ini mendukung transportasi yang ramah lingkungan,” ucapnya.
Bupati berharap, kedepan bantuan becak listrik ini dapat ditambah jumlahnya sehingga pengayuh becak lansia dapat terpenuhi seluruhnya.
“Kabupaten Kendal mengajukan 170 unit tetapi masih teralisasi 140 unit. Mudah-mudahan tahun depan akan ditambah lagi,” harapnya.
Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas dan Penyediaan Akses pada BP Taskin, Novrizal Tahar, menyampaikan penyaluran becak listrik ini diharapkan mampu memperluas kesempatan ekonomi bagi para pengemudi becak lansia.
Selain itu program ini diharapkan bisa mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui dukungan langsung kepada kelompok masyarakat rentan.
“Bapak Presiden punya keinginan besar untuk memberikan dukungan kepada pengemudi becak kayuh yang usianya 50 tahun ke atas. Bapak Prabowo juga terlibat secara aktif dalam ide mendesain becak listrik ini. Jadi yang biasanya kuat mengayuh becak selama 4 jam bisa 8 jam dan penghasilannya bisa naik,” ujarnya
Direktur Perencanaan dan Pengembangan YGSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, menyampaikan penetapan penerima manfaat dilakukan melalui proses verifikasi berlapis agar tepat sasaran.
“Sebelum menerima becak listrik tersebut, para pengemudi telah mengikuti kegiatan pengarahan serta pelatihan mengenai penggunaan, perawatan dasar, dan prosedur pengisian daya untuk memastikan unit dapat dioperasikan dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” bebernya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa
































