KENDAL, Lingkarjateng.id – Sepuluh rumah warga di Desa Gedong, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal yang belum memiliki fasilitas sanitasi memadai mendapat bantuan jamban permanen program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 tahun 2026.
Dalam mewujudkan program jambanisasi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) bersama Satgas TMMD Kodim 0715/Kendal menggandeng Baznas Kendal. Sementara pengerjaannya dilakukan secara gotong royong antara personel TNI dan masyarakat setempat.
Kepala Dispermasdes Kendal, Yanuar Fatoni, menyampaikan bahwa kegiatan jambanisasi ini mendapat dukungan alokasi anggaran dari Baznas Kendal sebanyak 10 jamban masing-masing Rp3 juta.
“Alhamdulillah awalnya ditargetkan lima titik, tetapi berkembang menjadi 10 titik. Artinya kita mendapat support penganggaran dari Baznas kurang lebih Rp30 juta,” ungkap Yanuar pada Jumat, 27 Februari 2026.
Yanuar berharap sasaran fisik TMMD Reguler berupa jambanisasi ini dapat menjadi stimulus dan bisa dilanjutkan kembali mengingat masih banyak warga Gedong yang belum memilki jamban permanen.
“Kami melihat di Desa Gedong ini masih banyak warga yang belum memiliki jamban, sehingga kami harap pembangunan 10 jamban melalui program TMMD ini merupakan awal stimulus untuk program jambanisasi. Harapannya program jambanisasi ini bisa dilanjutkan baik melalui anggarab pemerintah desa, CSR atau APBD dari Dinas Kesehatan Kendal,” harapnya.
Dandim 0715/Kendal, Lekol Inf Bagus Setyawan, selaku Dansatgas TMMD Reguler 2026 mengapresiasi program jambanisasi yang kini ditingkatkan menjadi 10 titik.
Dandim menyampaikan bahwa rata-rata pengerjaan jambanisasi telah mencapai 10 hingga 35 persen. Pengerjaannya juga dilaksanakan secara serentak sehingga ditargetkan selesai dalam 3 hari ke depan.
“Kami akan laksanakan secara simultan, semua titik kami kerjakan sehingga dalam waktu kurang lebih 3 hari kedepan akan terselesaikan semuanya,” kata Dandim Kendal.
Salah satu penerima manfaat, Surip mengucapkan terima kasih kepada TNI dan pemerintah atas bantuan jambanisasi tersebut. Ia mengaku sehari-hari menumpang di rumah anaknya yang memiliki jamban.
“Saya belum memiliki WC sekarang dibantu dibangunkan. Terima kasih Bapak TNI, Ibu Bupati dan semuanya. Biasanya menumpang di rumah anak saya,” katanya. (Adv)

Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa































