SALATIGA, Lingkarjateng.id – Peresmian Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Sukoharjo, Cebongan, Kecamatan Argomulyo, menjadi langkah baru Pemerintah Kota Salatiga dalam mengubah cara pandang terhadap sampah. Tidak lagi sekadar masalah, tetapi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
TPS3R yang diresmikan oleh Wali Kota Salatiga Robby Hernawan pada Senin, 6 Oktober 2025 itu diharapkan menjadi pusat pengelolaan sampah nonorganik bernilai ekonomis seperti plastik, kertas, dan logam daur ulang.
“Konsep kita ke depan, sampah berhenti di TPS3R. Tidak ada lagi yang masuk ke TPA. TPS3R akan menjadi pengolah sekaligus penghasil nilai tambah,” ujar Wali Kota Robby, Selasa, 7 Oktober 2025.
Menurutnya, paradigma pengelolaan sampah harus berubah dari buang menjadi gunakan kembali. Kota Salatiga ingin menunjukkan bahwa sampah bisa memberikan manfaat ekonomi, terutama bagi warga sekitar yang terlibat dalam kegiatan pengumpulan dan pemilahan.
“Sampah nonorganik seperti plastik dan kertas bisa menjadi penghasil uang, sementara sampah organik bisa diolah menjadi kompos di rumah,” tambah Robby.
Dengan konsep ini, Pemerintah Kota Salatiga menargetkan tidak hanya terciptanya lingkungan yang bersih, tapi juga tumbuhnya ekonomi sirkular di tingkat lokal.
“Kalau dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi potensi ekonomi. Inilah yang kita sebut dari sampah jadi rupiah,” pungkas Robby.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Salatiga Yunus Juniadi mengatakan, TPS3R Cebongan akan beroperasi dengan sistem berbasis masyarakat. Warga dilibatkan langsung dalam proses pemilahan, penimbangan, dan pengolahan, sehingga mereka bisa memperoleh penghasilan tambahan dari hasil penjualan bahan daur ulang.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya sadar lingkungan, tetapi juga merasakan manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah,” ungkapnya.
Selain memberi nilai tambah, keberadaan TPS3R juga diharapkan mengurangi beban TPA Ngronggo yang selama ini menjadi tempat pembuangan akhir. Dengan berkurangnya volume sampah yang dikirim ke TPA, umur fasilitas TPA bisa diperpanjang dan dampak lingkungan dapat diminimalkan.
“Di sisi lain, TPS3R Cebongan juga akan menjadi tempat edukasi bagi warga sekitar. Melalui pelatihan pemilahan sampah, pembuatan kerajinan dari limbah, hingga pengolahan kompos sederhana, masyarakat diajak untuk kreatif dan mandiri dalam mengelola lingkungan,” tandasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S






























