SALATIGA, Lingkarjateng.id – Wali Kota Salatiga Robby Hernawan meminta pemerintah kecamatan menggali potensi ekonomi wilayahnya agar dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga Tahun 2027 pada Rabu, 21 Januari 2026.
Musrenbang tersebut guna merumuskan arah pembangunan berbasis potensi lokal dan keberlanjutan. Salah satunya mengangkat penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM, pemanfaatan sumber daya lokal, hingga pengelolaan lingkungan.
“Contohnya, potensi yang dimiliki Kelurahan Dukuh, mulai dari kerajinan kayu, pengembangan sentra herbal jambu, hingga UMKM kuliner berbahan dasar talas. Itu potensi ekonomi yang bisa dikembangkan,” terangnya.
Menurutnya, potensi tersebut perlu dikelola secara serius agar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Potensi lokal seperti olahan talas harus kita munculkan dan kembangkan bersama. Dengan kolaborasi lintas sektor, produk-produk ini tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga bisa menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Selain sektor ekonomi, Wali Kota Robby juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Utamanya terkait pengelolaan sampah. Ia menyebut sekitar 70 persen sampah di Kota Salatiga merupakan sampah organik yang seharusnya dapat diolah sejak dari rumah tangga.
“Pengolahan sampah organik harus berhenti di sumbernya, yaitu rumah tangga. Bisa melalui biopori atau diolah menjadi kompos dan pupuk. Dengan begitu, beban TPA bisa ditekan dan lingkungan tetap terjaga,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Sidomukti Agus Wibowo mengatakan sebagai kawasan dengan karakter perpaduan bisnis dan permukiman, Sidomukti menitikberatkan pada peningkatan fasilitas publik serta penguatan ketahanan pangan lokal.
Sejalan dengan upaya penguatan lingkungan, TP PKK Kecamatan Sidomukti turut memperkenalkan inovasi MANJANI (Halaman Hijau Migunani).
“Program ini mendorong warga memanfaatkan pekarangan rumah menjadi ruang hijau produktif yang bernilai guna, sekaligus menjadi solusi pengurangan sampah organik,” katanya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa
































