BLORA, Lingkarjateng.id – Video berisi rekaman seorang ibu-ibu terserempet Kereta Wisata Loco Tour Cepu, Kabupaten Blora, viral di media sosial.
Kejadian itu terekam dalam video singkat berdurasi 22 detik, yang menunjukkan kereta wisata yang membawa penumpang melaju di rel, sementara korban yang mengendarai motor tiba-tiba berhenti di rel. Para wisatawan di dalam kereta terdengar berteriak memperingatkan ibu tersebut, namun jarak yang dekat membuat insiden tidak dapat dihindari.
Pengelola Kss Agrowisata Perhutani KPH Cepu, Rofik Anhar, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan kronologi insiden tersebut bermula saat kereta wisata melintas di wilayah pemukiman warga dan membawa penumpang berkeliling.
“Kejadiannya hari Sabtu (7 Februari 2026) sekitar jam 4 sore. Kereta dari Timur menuju ke Barat, mau kembali ke lokasi wisata. Setelah lewat Jembatan Sorogo kan lewat pemukiman,” ujar Rofik melalui keterangan tertulis, Senin, 9 Februari 2026.
Menurut Rofik, motor yang dikendarai ibu-ibu itu mendadak mogok saat melintas berlawanan arah dengan kereta.
“Ibu itu bilang, ‘Sek sek, mas, sek sek’ (sebentar mas, sebentar). Ibu itu mungkin gugup ya, malah mati motornya. Malah menghalangi di rel. Jadi ibunya keserempet,” jelasnya.
Meski pihak pengelola telah berteriak dan memperingatkan korban untuk segera menjauh dari rel, insiden tersebut tetap terjadi. Ibu itu kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat dan hanya mengalami luka ringan pada siku.
“Kalau kondisi ibu baik-baik saja, hanya luka ringan, luka lecet di siku. Udah kami cek di Puskesmas, sudah baik-baik saja. Sudah pulang,” kata Rofik.
Rofik menambahkan, keberadaan lintasan rel kereta wisata berada di lingkungan pemukiman yang dikelola Perhutani dan dimanfaatkan warga untuk aktivitas sehari-hari. Warga diketahui sudah mengetahui adanya kereta yang melintas secara rutin.
“Warga juga sudah tahu kalau itu lintasan kereta. Zaman Belanda dulu buat mengangkut kayu, sekarang buat wisata,” ungkapnya.
Kereta Wisata Loco Tour sendiri merupakan destinasi wisata di Kecamatan Cepu yang beroperasi setiap hari. Jarak perjalanan pulang-pergi sekitar enam kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit.
“Buka setiap hari. Jaraknya PP (pulang pergi) sekitar 6 kilometer, waktunya kurang lebih 30-an menit,” ucap Rofik.
Pengelola mengimbau masyarakat, khususnya warga di sekitar lintasan rel, untuk selalu berhati-hati dan waspada saat berada di dekat jalur kereta.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid
































