KENDAL, Lingkarjateng.id – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 di Desa Gedong, Kecamatan Patean resmi dimulai, Selasa 10 Februari 2026.
Upacara pembukaan digelar di lapangan Desa Gedong dipimpin oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Dihadiri Kodim 0715/Kendal, Letkol Inf Bagus Setyawan, Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodik, Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, Kepala Dispermasdes, Yanuar Fatoni, dan kepala OPD terkait.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan kentongan, penyerahan alat kerja secara simbolis, penandatanganan berita acara dan penyematan tanda peserta.
“Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar,” terang Kepala Dispermasdes Yanuar Fatoni.
Pembukaan TMMD juga dibarengi pelayanan adminduk, pelayanan program Dokter Spesialis Keliling (Speling), penanaman pohon dan program Satu Desa Satu Sarjana.
“Kemudian ada penyerahan bantuan sosial ada 10 penerima, penyerahan dokumen kependudukan kepada TNI purna tugas dan penyerahan klaim asuransi BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Yanuar.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menjelaskan, TMMD merupakan program terpadu antara TNI dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen dalam upaya pemerataan pembangunan.
“Saya menyambut baik kegiatan TMMD di Desa Gedong Kecamatan Patean ini,” terannya.
Dijelaskan, bahwa TMMD Reguler ke-127 ini dibiayai dari APBD Provinsi Jawa Tengah Rp185 juta, APBD Kendal Rp975 juta, CSR dari BUMN-BUMD, Baznas dan Perusahaan lainnya Rp135 juta serta swadaya masyarakat Rp50 juta.
“Total Anggaran sebesar Rp1.345.000.000. Kegiatan ini berkolaborasi juga dengan seluruh OPD di Kabupaten Kendal,” ungkapnya.
“Saya percaya, kekuatan sejati bangsa ini lahir dari keikhlasan rakyatnya. Di TMMD ini nilai gotong royong itu tumbuh dan berkembang,” tambahnya.
Sementara Dandim 0715/Kendal, Letkol Inf Bagus Setyawan tahun ini mengambil tema “TMMD, Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” dan dilaksanakan selama 30 hari dari tanggal 10 Februari sampai dengan 11 Maret 2026.
Terdapat dua sasaran TMMD, yakni kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan fisik diantaranya, pembangunan jalan rabat beton, rehab mushola Al-Hidayah, rehab poskamling, pengembangan jaringan air bersih, program jambanisasi, peningkatan kualitas RTLH, rehab jembatan serta kegiatan padat karya pembersihan saluran irigasi.
Kemudian kegiatan non fisik, seperti pemberian bantuan sosial, perpustakaan keliling, anjangsana, penyuluhan, pembinaan UMKM dan lain sebagainya.
“Kita harapkan sebelum penutupan sudah pengerjaan jalan sudah selesai. Kita kejar dengan waktu yang ada dan cuaca yang relatif hujan,” pungkasnya. (adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar S




























