KENDAL, Lingkarjateng.id – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Kendal Yanuar Fatoni menyatakan bahwa Dispermasdes Kendal yang turut menjadi narasumber dalam talkshow Jambore Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) Kabupaten Kendal “Simantap Oke” mengatakan bahwa pihaknya mempunyai tiga strategi dalam rangka kembali menghidupkan LKM-A di Kabupaten Kendal.
Pertama, mendorong pemerintah desa (pemdes) untuk memberikan pendampingan dalam rangka peningkatan kapasitas LKM-A. Kedua, berupaya memberikan penyertaan modal kepada LKM-A yang tidak aktif melalui dana desa (DD) yang bisa dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Ketiga, menyusun sebuah regulasi, karena semua ini harus ada aturan. Kendala apa yang ditemukan di lapangan, kendalanya ada berapa. Mindset dari masyarakat itu bahwa dana bergulir ini tahunya adalah dana yang diberikan atau dihibahkan bukan untuk dikembangkan. Nah mindset ini yang kemudian harus diubah,” ujar Yanuar.
Asisten Administrasi Umum Sekda Kendal Agus Dwi Lestari memberikan tanggapan bahwa sebenarnya apabila LKM-A dikelola dengan baik, maka tidak ada permasalahan sumber dana pembiayaan bagi petani.
“Sebenarnya di desa itu tidak ada kekurangan sumber dana, perbankan oke, BUMN oke, BUMD oke, kemudian bantuan pemerintah juga oke. Kalau tidak dikelola dengan baik, tentunya tidak bisa memberikan andil untuk pembiayaan kepada masyarakat terutama di desa. Itu yang kita fokuskan. Jadi tidak hanya menerima lalu habis,” tegas Agus.
Ia berharap, melalui LKM-A ini, uang yang sudah diterima dapat berkembang dan dimanfaatkan khususnya oleh masyarakat petani di Kabupaten Kendal.
“Saya sangat mendukung Jambore LKM-A ini. LKM-A ini saya harap bisa berkembang, karena teman-teman petani butuh pembiayaan produksi pertaniannya. Kalau mereka hanya mengandalkan perbankan tentunya akan mendapatkan bunga yang agak tinggi,” tuturnya. (Lingkar Network | Arvian Maulana – Lingkarjateng.id)






























