SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menetapkan Kelurahan Bugel sebagai pilot project dalam implementasi program Salatiga SAKTI (Sanitasi Aman Kelurahan Terintegrasi dan Inklusif). Langkah ini dilakukan untuk menuju peningkatan capaian sanitasi aman di Kota Salatiga.
Penetapan ini didasarkan pada capaian sanitasi aman yang masih tergolong rendah, yakni hanya 0,8 persen berdasarkan data tahun 2024.
“Capaian sanitasi aman Kota Salatiga hingga 2024 baru 10,29 persen. Sementara target RPJPD 2025-2045 sebesar 15 persen. Bugel merupakan kelurahan dengan capaian terendah, maka perlu intervensi khusus melalui program ini,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Salatiga, Syahdani Onang Prastowo saat dihubungi, Rabu 23 Juli 2025.
Menurutnya, program Salatiga SAKTI dirancang sebagai strategi akselerasi untuk mempercepat pencapaian target tersebut. Tidak hanya membenahi infrastruktur sanitasi, program ini juga menyasar perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat dalam mengelola limbah domestik, khususnya tinja.
Ada tiga persoalan utama yang menjadi hambatan peningkatan capaian sanitasi aman, yakni rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya partisipasi aktif, dan terbatasnya akses layanan sedot tinja yang mudah dan terjangkau.
“Melalui program ini, kami melakukan penguatan regulasi dengan menyusun Peraturan Wali Kota tentang layanan lumpur tinja. Kami juga membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk menjadi ujung tombak di lapangan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Salatiga Retno Robby Hernawan, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan semua pihak dalam mendukung program ini. Menurutnya, sanitasi aman bukan hanya urusan teknis, namun juga menyangkut kesadaran dan perubahan budaya masyarakat.
“Program ini tidak bisa jalan sendiri. Butuh dukungan dari seluruh elemen, termasuk PKK, Posyandu, dan tokoh masyarakat. Jangan lagi menganggap sanitasi sebagai isu yang tabu. Ini bagian dari kesehatan keluarga,” tegas Retno.
Ia berharap, keberhasilan pelaksanaan program ini di Kelurahan Bugel dapat menjadi model untuk diterapkan di empat kelurahan lainnya yang juga masuk dalam kategori Sanitasi Aman Rendah.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S































