PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Sebuah rumah di Capgawen, Kedungwuni Timur, Kabupaten Pekalongan menjadi sasaran tembak orang tak dikenal pada Sabtu, 14 Februari 2026 malam.
Rumah tersebut diketahui milik Amat Muzakhim alias Boim yang merupakan suami dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Nur Fatwah.
Boim, dalam keterangannya pada Minggu, 15 Februari 2026, menjelaskan bahwa terror penembakan itu terjadi sekitar pukul 21.10 WIB. Menurutnya, pelaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor. Penembakan diduga dilakukan dari jarak sekitar 10 meter ke arah teras rumah.
Sementara hasil olah tempat kejadian perkara, petugas kepolisian menemukan proyektil peluru di area garasi.
“Saya persis duduk di sini. Tembakannya mengarah ke saya, tapi goyang, jadi meleset,” ujar Boim.
Saat kejadian, suasana rumah masih ramai. Anak-anak korban berada di dalam rumah, sementara Boim duduk di teras bersama dua rekannya. Beberapa saat sebelum insiden, Boim baru pulang dari kegiatan penyaluran bantuan telur untuk dapur umum korban banjir di Desa Bebel dan Pesanggrahan.
Menurut keterangan Boim, pelaku mengendarai sepeda motor Honda Vario hitam dengan nomor polisi ditutup plastik atau kertas. Pelaku mengenakan helm dan masker, dengan postur tubuh sedang dan tinggi sekitar 170 sentimeter. Usai menembak, pelaku langsung melarikan diri.
“Saya sempat mau mengejar, tapi saya tangan kosong, sementara dia bawa pistol,” ucapnya.
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, membenarkan dugaan teror penembakan tersebut. Pihaknya telah menerjunkan tim gabungan dari Polres Pekalongan dengan dukungan Polda Jawa Tengah untuk melakukan penyelidikan mendalam.
“Kami sudah melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, serta mengamankan proyektil peluru yang akan diperiksa di laboratorium forensik. Rekaman CCTV juga sedang kami dalami,” kata AKBP Rachmad.
Polres Pekalongan bersama Polda Jateng berkomitmen penuh untuk mengungkap identitas dan menangkap pelaku dalam waktu singkat. Kapolres juga memintamasyarakat tidak terprovokasi atau merasa takut secara berlebihan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Kami sudahmerespons secara aktif dan melakukan pengembangan penyelidikan secaramaksimal,” tegasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa































