PATI, Lingkarjateng.id – Banjir di Kabupaten Pati hingga Jumat, 23 Januari 2026 belum surut. Di beberapa desa, ketinggian air mencapai satu meter lebih. Kondisi ini memaksa warga mengungsikan ternak karena khawatir air kembali naik.
Parno, peternak sapi di Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana mengatakan desa yang berjarak hanya puluhan meter dari Sungai Silogonggo rawan banjir khususnya ketika air laut pasang pada sore hingga tengah malam. Saat pasang, genangan bisa bertambah sekitar dua puluh hingga tiga puluh sentimeter.
Khawatir makin parah terdampak banjir, pihaknya pun memilih mengungsikan sapi ke tempat yang lebih aman.
Parno menyebut sudah seminggu banjir merendam desanya. Ia mengevakuasi lima ekor sapi miliknya melewati banjir untuk diangkut menggunakan truk menuju desa lain yang aman dari banjir.
“Ini sapi diungsikan karena karena ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Mau diungsikan ke tempat aman Desa Ngepungrejo,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Pati, 8.998 rumah terendam banjir, serta 563 KK atau 1.624 jiwa mengungsi. Hingga saat ini, 60 desa di 7 kecamatan masih tergenang, yaitu Kecamatan Pati, Juwana, Kayen, Jakenan, Sukolilo, Dukuhseti, dan Gabus.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Ulfa






























